Kanker Payudara Muda

Kanker Payudara Muda

Kanker Payudara Muda

Selama ini, jenis kanker payudara dikenal sebagai jenis penyakit yang umumnya terjadi pada kaum wanita, terutama wanita dewasa. Bahkan dikenal juga sebagai jenis penyakit yang mematikan jika tidak segera di atasi. Akan tetapi, bocah cantik yang baru menginjak usia delapan tahun didiagnosis menderita penyakit kanker payudara muda ini setelah ia mendapatkan sebuah benjolan di bagian payudaranya.

Gadis cantik tersebut bernama Chrissy Turner, ia didiagnosis terkena karsinoma sekretori, yakni subtype dari jenis kanker payudara muda dimana jenis penyakit ini merupakan penyakit yang sangat langka. Bahkan dokter juga mengatakan, kalau ia merupakan seorang pasien yang menderita jenis penyakit ini dengan usia yang masih muda, karena umumnya penyakit ini hanya diderita oleh orang dewasa.

Bahkan dokter menyebutkan, bahwa karsinoma sekretori, sejenis penyakit kanker payudara muda ini umumnya hanya diderita oleh 1 orang dari 1 juta orang yang berada di dunia ini. Namun kabar baiknya, hasil terakhir dari jenis penyakit ini umumnya mengabarkan hal yang baik.

Sekitar sepuluh ribu perempuan yang lebih muda, berusia kurang dari 40 tahun didiagnosis terkena kanker payudara muda ini. Sejauh mana Anda mengetahui kanker payudara, jadi apa yang harus Anda ketahui tentang kanker payudara muda? Berikut adalah beberapa saran yang harus Anda ketahui mengenai kanker payudara muda.

 

  1. Mengetahui perubahan payudara

Kanker payudara adalah penyebab kedua kematian setelah kanker serviks. Meskipun kanker payudara kebanyakan menyerang usia diatas 40 tahun akan tetapi untuk Anda yang berusia 15 sampai 34 tahun tetap harus waspada. Bicaralah dengan dokter anda tentang perubahan yang terjadi pada payudara. Anda bisa memeriksanya sendiri dengan melakukan pemeriksaan secara berkala di rumah. Anda dapat melakukannya dengan cara memeriksa payudara Anda, jika Anda mengalami perubahan (terdapat benjolan) disekitar payudara, bisa langsung berkonsultasi dengann dokter.

 

  1. Perubahan yang harus segera ditanggapi

Jika Anda berpikir bahwa Anda merasakan perubahan pada payudara Anda, akan tetapi anda atau keluarga mengabaikan kekhawatiran Anda karena usia anda yang terpaut muda. Mungkin Anda salah, karena kasus yang ditemukan usia 22 tahun ditemukan memiliki kanker payudara muda stadium IV. Tidak ada salahnya Anda memeriksaan lebih lanjut terhadap segala perubahan yang terjadi pada payudara Anda sebagai pencegahan dini kanker payudara. Dengan cara berkonsultasi dengan dokter, merupakan salah satu cara yang efektif untuk segera mengetahui kekhawatiran anda .

 

  1. Konsultasikan kepada dokter

Kanker Payudara MudaPastikan anda untuk memilih dokter yang akan membantu Anda untuk merawat dan berkonsultasi mengenai perubahan yang terjadi. Tanyakan pada dokter Anda apakah perubahan yang terjadi pada payudara Anda merupakan benjolan yang disebabkan oleh sel-sel kanker. Dokter akan menyarankan Anda mengambil tes-tes yang perlu dilakukan. Anda juga akan diberikan solusi pengobatan kanker payudara. Konsultasikan pula bagaimana cara yang tepat untuk menangani kanker payudara muda Anda.

 

  1. Pengobatan pilihan

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai beberapa alternatif pengobatan untuk kanker payudara muda Anda. Misalnya saja dengan menggunakan bantuan medis kedokteran yaitu radioterapi untuk mematikan sel-sel kanker. Adapula kemoterapi untuk menyembuhkan kanker payudara dengan cara menghentikan perkembangan sel kanker. Kemungkinan dokter akan melakukan operasi pembedahan jika memang kanker payudara muda sudah memasuki penanganan yang serius. Meskipun demikian Anda bisa bertanya kepada dokter Anda mengenai pengobatann secara alternative menggunakan pengobatan tradisional.

 

  1. Jaringan sesama penderita kanker payudara

Jika Anda divonis mengidap kanker payudara muda Anda jangan berputus asa. Anda tidak sendiri, keluarga dan teman terdekat Anda akan selalu ada untuk Anda. Berfikirlah positif sehingga Anda dapat rileks dan menghindari tekanan penyebab stress. Kanker payudara ketika Anda berada di usia 20-an, 30-an, dan bahkan 40-an bisa begitu mengisolasi akan tetapi Anda dapat berbagi dengan wanita usia muda lainnya yang menderita kanker payudara lainnya. Sehingga anda dapat berbagi cerita dan membuat kelompo untuk tetap membangun motivasi diri untuk dapat sembuh.

 

Untuk Anda yang masih berumur di bawah usia 40an, bukan berarti Anda dapat bersantai dan tidak memperdulikan akan bahaya kanker payudara. Kanker payudara muda bisa menyerang siapa saja, hanya Anda yang dapat mendeteksi dini tentang perubahan yang terjadi pada payudara sehingga konsultasi dini dengan dokter dapat membantu Anda untuk segera menentukan pengobatan yang sesuai. Menjaga kondisi kesehatan tubuh adalah cara terbaik untuk mencegah kanker payudara muda. Hindari faktor resiko yang dapat memicu kanker dan mulailah hidup sehat dengan mengatur pola makan, istirahat yang cukup dan olahraga teratur.

 

 

 

Kanker Payudara Muda

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Fakta Kanker Payudara

Fakta Kanker Payudara

Fakta Kanker Payudara

Fakta Kanker Payudara – Kanker payudara dikategorikan dalam beberapa tahap I, II (A atau B), III (A, B, atau C), atau IV. Tahap ini didasarkan pada ukuran tumor dan apakah kanker telah menyebar ke area disekitarnya. Tahapan I, IIA, IIB, dan IIIA dianggap sebagai kanker payudara stadium awal dan mengacu pada kanker yang mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat tetapi tidak ke bagian tubuh yang lebih jauh. Kanker payudara stadium awal akan lebih mudah diobati daripada kanker payudara stadium lanjut.

Berikut adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk mencegah kanker payudara:

  • Waktu yang paling tepat untuk mengistirahatkan payudara dengan tanpa memakai bra adalah saat tidur.
  • Memijat payudara disertai menarik napas panjang setiap kali melepas bra dapat memperlancar aliran getah bening & mencegah berkembangnya kanker pada payudara.   fakta kanker payudara
  • Hindari memakai bra dengan busa tebal. Kebanyakan busa bra, terbuat dari bahan daur ulang. Busa yang di bra tidak jauh berbeda dengan busa pencuci piring.

 

Tapi kenapa busa bra tidak gampang kempes & rusak?

Karena proses pembuatan busa itu yang melalui proses kimia yang sangat banyak, busa bra mengandung banyak bahan kimia. Bayangkan jika busa tersebut menempel di payudara berjam-jam lamanya, setiap hari. Payudara adalah organ hidup, bisa bernafas. Pada saat cuaca panas, pori-pori akan terbuka, tapi payudara menyerap zat-zat kimia dari busa di bra. Inilah yang menjadi cikal bakal sel kanker tumbuh berkembang. Setiap manusia memiliki sel kanker ditambah dengan pola makan, gaya hidup, dan cara berpakaian yang salah, khususnya wanita, secara tidak langsung bisa menyebabkan kanker payudara. Bagi wanita, jangan menyemprotkan parfum ke dada dekat payudara, karena juga dapat memicu timbulnya kanker payudara.   fakta kanker payudara

Sebagian dari Anda mungkin terbiasa mendengar informasi bahwa bra berkawat dapat meningkatkan risiko terserang kanker payudara, karena kawat bra akan menekan sistem limfatik pada payudara, sehingga membuat racun terkumpul dan meningkatkan risiko kanker. Kekhawatiran itu tidak beralasan. Fakta kanker payudara menyebutkan tidak ada hubungan antara bentuk, jenis, atau ukuran bra yang dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara. Hanya saja, memakai bra dengan ukuran yang salah akan mempengaruhi bentuk payudara dan kenyamanan pemakainya.

 

Ada beberapa mitos lain yang beredar seputar kanker yang ditakuti kaum perempuan ini, dan sayangnya, fakta kanker payudara yang benar antara lain:

 

  1. Hanya perempuan yang memiliki sejarah keluarga menderita kanker payudara yang memiliki risiko

Fakta kanker payudara yang benar, sekitar 70% penderita kanker payudara tidak memiliki saudara atau keluarga yang mengidap penyakit yang sama. Namun memang, fakta kanker payudara kemungkinan risiko kanker itu meningkat dua kali lipat bila Anda memiliki keluarga-tingkat-pertama (orangtua, anak, atau saudara kandung) yang menderita kanker itu. Dan bila ada dua orang atau lebih di keluarga Anda yang didiagnosa kanker payudara, kemungkinan itu bertambah besar.

 

  1. Semua benjolan pada payudara berisiko kanker

Fakta kanker payudara berikutnya hampir 80% benjolan Fakta Kanker Payudaradi payudara perempuan tidak berbahaya, dan terbentuk karena faktor pertumbuhan atau perubahan hormon. Meski fakta kanker payudara menyebutkan demikian, perempuan harus tetap rajin memeriksa diri sendiri, sehingga bila ditemukan keganjilan dapat segera terdeteksi.

 

  1. Pemasangan silikon pada payudara dapat meningkatkan risiko kanker

Fakta kanker payudara yang beredar pemasangan silikon sama sekali tidak meningkatkan risiko kanker. Menurut Prof. Dr. H. Muchlis Ramli dari Departemen Ilmu Bedah Onkologi FKUI, daya tolak reaksi jaringan tubuh terhadap silikon tergolong sangat rendah, sehingga sejauh ini tidak terbukti dapat menyebabkan kanker. Kalaupun ada pasien yang terbukti mengidap kanker setelah melakukan operasi, besar kemungkinan pasien tersebut memang sudah memiliki ‘bakat’ kanker. Meski fakta kanker payudara berkata demikian karena payudara telah terpasangi silikon, maka agak sulit untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri, juga mempersulit pemeriksaan mamogram sehingga diperlukan tambahan sinar X untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih akurat.

 

Fakta kanker payudara mengatakan risiko terserang penyakit ini meningkat seiring bertambahnya umur. Di usia 30-an, kemungkinan terserang kanker adalah 1 dari 233 orang. Saat berusia 85 tahun, kemungkinan itu meningkat menjadi 1 dari 8 orang.

 

 

Fakta Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jenis Kanker Payudara

Jenis Kanker Payudara

Jenis Kanker Payudara

Kanker adalah salah satu penyakit yang banyak ditakuti orang. Hal ini karena kanker tidak dapat disembuhkan. Banyak ahli telah meneliti dan berusaha menemukan obat untuk kanker, tetapi sampai sekarang mereka belum berhasil menemukan obat yang efektif untuk mengobati penyakit ini.

Medicalnewstoday.com melansir banyak sekali jenis kanker, dan salah satunya adalah kanker payudara. Kanker payudara ini adalah kanker yang paling ditakuti oleh kaum wanita disamping kanker ovarium. Kanker jenis ini menyerang sel-sel dalam payudara anda yang jika tidak segera ditangani dapat membahayakan nyawa anda.

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum. Kanker secara sederhana bisa dijelaskan sebagai sel ganas yang tidak mengikuti pola normal kehidupan dengan secara terus menerus berkembang dan hidup terus menerus. Setelah didiagnosa menderita kanker payudara, pilihan pengobatan ditentukan tergantung atas sejumlah faktor, termasuk jenis kanker, lokasinya, penyebarannya atau stadium kanker dll. Berikut di bawah ini terdapat beberapa jenis kanker payudara, diantaranya sebagai berikut:

 

  1. Kanker Non Invasif

Seperti namanya ketika kanker masih dalam tahap noninvasif, itu berarti sel-sel kanker masih terkandung dalam situs asalnya. Biasanya disebut sebagai non-invasif dalam kanker payudara in situ. Jenis Kanker PayudaraIni jenis kanker payudara yang belum menyebar ke jaringan sekitarnya, jika tidak terdeteksi pada tahap ini, akhirnya bisa menyebar lebih jauh. Jenis kanker payudara ini terjadi jika sel-sel kanker masih ada di dalam lobules dan belum menyebar ke jaringan-jaringan payudara yang lain. Jenis kanker payudara ini masih dapat disembuhkan jika Anda segera mendapat penanganan dari dokter ahli.

 

  1. Duktal Karsinoma

Duktal karsinoma adalah jenis kanker payudara yang paling umum. Hampir lebih dari 85% dari kasus kanker payudara duktal memiliki asal atau karsinoma duktal in situ. Saluran berada di bawah areola dari payudara dan puting, dan saluran susu ke puting. DCIS atau karsinoma duktal in situ adalah kanker non invasif, yang dapat diobati dengan menghilangkan sel-sel dalam fokus atau gumpalan sel dan radiasi lebih lanjut. Jika jenis kanker payudara ini telah jauh berkembang ke tahap invasif dan telah menyebar ke jaringan sekitarnya kemoterapi dan mastektomi (pengangkatan payudara) mungkin disarankan.

 

  1. Lobular Carcinoma

Lobular carcinoma umumnya lebih rendah daripada karsinoma duktal. Di sini sel-sel lobus yang menghasilkan susu yang terpengaruh. Karsinoma lobular, jika tidak dirawat tepat waktu, selanjutnya jenis kanker payudara ini dapat menyebar ke jaringan di dekatnya payudara.

 

  1. Kanker Payudara Invasive

Kanker payudara invasive adalah jenis kanker payudara yang banyak diderita oleh para pasien kanker payudara. 22,9% dari semua kasus kanker payudara yang ada adalah kanker payudara invasive. Infeksi dari jenis kanker payudara ini dimulai saat sel-sel kanker yang berada di dalam lobules atau juga disebut pembuluh-pembuluh payudara keluar dari tempatnya yang seharusnya dan menginfeksi jaringan-jaringan payudara di dekatnya. Jenis kanker payudara ini menyebar di luar situs asal ke jaringan sekitarnya dan organ-organ yang lainnya. Inflamasi kanker invasif adalah jenis kanker payudara mana jaringan lunak payudara adalah sel target. Jika Anda didiagnosis memiliki jenis kanker payudara ini, Anda harus memastikan bahwa Anda mendapat penanganan yang cepat dan sesuai. Jika tidak, sel-sel kanker tersebut akan dapat menyerang bagian-bagian lain tubuh Anda, seperti tulang, jantung dan paru-paru, melalui aliran darah. Hal ini akan sangat berbahaya untuk Anda.

 

 

Stadium kanker tergantung pada ukuran kanker, apakah itu non-invasif atau invasif, jika kelenjar getah bening yang terkena atau jika kanker telah menyebar ke luar ke organ lain dan bagian tubuh. Tahap 0 menggambarkan tahap non-invasif dimana kanker terkandung hanya ke situs asal seperti di DCIS dan LCIS. Pada tahap I dan tahap II kanker pada tahap awal tahap invasif.

 

Untuk mengetahui apakah Anda terkena kanker atau tumor dan apakah jenisnya termasuk yang invasive atau non-invasif, maka harus dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti. Tumor diukur kurang dari 2 cm pada tahap I, antara 2 cm dan 5 cm dalam tahap II, dan kelenjar getah bening yang mungkin atau tidak mungkin terlibat. Pada tahap III tumor diukur lebih besar dalam ukuran dan kelenjar getah bening aksila mungkin akan terpengaruh. Dalam kanker payudara stadium IV, metastasis sel kanker mungkin terjadi pada organ-organ lain seperti kulit, tulang, paru-paru, tulang rusuk dll pementasan TNM kanker didasarkan pada ukuran tumor (T), keterlibatan kelenjar getah bening ( L) dan tingkat metastasis (M). Semoga bermanfaat…

 

 

 

Jenis Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Pemicu Kanker Payudara

Faktor Pemicu Kanker Payudara

Faktor Pemicu Kanker Payudara

Kanker payudara adalah penyakit yang paling ditakuti wanita setelah kanker serviks. American Cancer Society pada tahun 2012 merilis angka kematian wanita akibat kanker payudara sebesar 226.870 kasus. Namun jangan salah, kanker ini tak hanya dapat menyerang wanita. Pria pun juga bisa terkena kanker payudara meski prosentase dan probabilitinya lebih kecil dari wanita.

 

Faktor pemicu kanker payudara dapat dijadikan sebagai acuan untuk anda dalam mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kanker payudara. Hal ini dikarenakan, tak ada salahnya apabila Anda mengetahui secara detail tentang kanker payudara, bagaimana penyakit tersebut menyerang serta cara pencegahannya. Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui bahwa apa saja yang menjadi penyebab kanker payudara sehingga dapat mematikan. Seperti yang telah banyak diketahui bahwa kanker payudara adalah penyakit yang mematikan yang menyerang kaum wanita. Selain menyerang wanita, kanker payudara pada pria juga bisa saja terjadi, namun jumlahnya hanya sedikit. Oleh karena itu, lebih baik anda menghindari hal-hal yang bisa memperbesar risiko terkena kanker payudara seperti berikut ini.

 

Faktor Pemicu Kanker Payudara

Bagaimana kanker payudara dapat terjadi sampai sekarang masih sulit diprediksi. Ada banyak hal yang dianggap menjadi faktor pemicu kanker payudara tapi itu pun hanya sebatas teori karena sulit dibuktikan secara faktual. Berikut di bawah ini yang merupakan faktor pemicu kanker payudara:

 

  1. Ketidakseimbangan pola makan

Faktor Pemicu Kanker PayudaraLemak adalah salah satu nutrisi didalam tubuh yang bisa menjadi faktor pemicu kanker payudara apabila terlalu banyak mengkonsumsinya. Jenis lemak yang berbahaya bagi tubuh yaitu makanan yang mengandung lemak jenuh ditubuh, seperti mentega, margarin, dan makanan yang banyak mengandung susu full krim. Oleh karena itu, Anda harus bisa mengurangi konsumsi makanan jenis ini, dan jangan terlalu banyak makan makanan yang mengandung lemak jenuh.

 

  1. Terlalu banyak alkohol

Alkohol adalah salah satu faktor pemicu kanker payudara. Hal ini berawal dari gaya hidup seseorang yang sudah terbiasa minum minuman beralkohol. Hal ini menjadi  salah satu faktor pemicu kanker payudara yang utama pada wanita. Oleh karena itu, apabila Anda memiliki kebiasaan tersebut, maka Anda harus berhenti sedini mungkin agar Anda bisa terhindar dari resiko terserang kanker payudara.

 

  1. Faktor genetik

Faktor genetik adalah salah satu faktor pemicu kanker payudara berikutnya yang bisa menyerang pada kaum wanita. Riwayat keluarga dengan penyakit kanker payudara bisa menyerang pada keturunan selanjutnya. Faktor pemicu kanker payudara ini agaknya sulit dihindari bagi seseorang yang memiliki riwayat kanker payudara di keluarga. Oleh karena itu, hal-hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan upaya pencegahan kanker payudara secara alami untuk menurunkan resiko kanker payudara, seperti, rajin berolahraga, makan makanan yang begizi, rajin meminum vitamin dan lain sebagainya.

 

  1. Faktor lingkungan

Lingkungan bisa dijadikan sebagai faktor pemicu kanker payudara, terutama lingkungan dimana Anda tinggal atau bekerja sehingga Anda sudah biasa menjalaninya. Tingginya tingkat radiasi dalam suatu linkungan menyebabkan Anda terkena resiko kanker payudara. Oleh karena itu, Anda sebaiknya lebih berhati-hati dengan kondisi lingkungan Anda yang seperti itu. Anda juga harus rajin berolahraga agar badan Anda sehat sehingga bisa terhindar dari resiko kanker payudara.

 

  1. Obesitas

Kegemukan atau obesitas meningkatkan faktor pemicu kanker payudara pada wanita pasca menopause sebesar 30%. Ini terjadi karena adanya kelebihan lemak tubuh yang dapat meningkatkan kadar hormon esterogen dan insulin yang menjadi penyebab umum terjadinya kanker.

 

  1. Gaya hidup

Berolahraga teratur dan diet yang sehat dapat membantu mengurangi resiko dengan membuang lemak tubuh yang berbahaya. Tetapi melakukan olahraga secara berlebih dapat membuat tubuh sangat asam sehingga meningkatkan risiko tumor pauydara. Merokok dan mengonsumsi alkohol juga adalah faktor pemicu kanker payudara.

 

  1. Persalinan

Wanita muda yang memiliki anak mempunyai risiko yang rendah terkena kanker payudara daripada oleh wanita-wanita yang masih single ataupun mereka yang telah lama menikah tapi belum memiliki anak. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan pemberian ASI kepada bayi. Sejumlah peneliti menyebut bahwa aktifitas menyusui bayi menggunakan ASI dapat mengurangi risi faktor pemicu kanker payudara pada wanita.

 

Itulah beberapa hal yang bisa Anda ketahui mengenai faktor pemicu kanker payudara. Salah satunya bisa Anda hindari dengan melakukan pola hidup sehat. Dengan demikian, Anda bisa melakukan pencegahan jika Anda bisa mengetahui beberapa faktor utama penyebab kanker payudara.

 

 

Faktor Pemicu Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Cara Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Cara Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Cara Mengurangi Risiko Kanker Payudara – Seperti jenis kanker lainnya, sampai sekarang belum ada obat medis yang ampuh menyembuhkan kanker payudara secara tuntas sampai ke akar-akarnya terutama oleh mereka yang telah mencapai kanker stadium akhir. Bahkan jika pengobatan tetap dipaksakan maka yang muncul biasanya adalah efek samping yang justru berbahaya bagi organ tubuh lainnya. Sampai saat ini yang bisa dilakukan hanya meminimalisir perkembangan sel dan mencegahnya berkembang dengan cepat.

Kanker payudara umumnya terjadi karena gaya hidup tidak sehat di saat muda yang menyebabkan sel tubuh tumbuh dan berkembang secara tidak wajar pada saat usia memasuki menopause. Oleh karena cara mengurangi risiko kanker payudara semenjak dini adalah cara yang terbaik untuk mengurangi risikonya.

Mengurangi risiko kanker payudara adalah segala upaya untuk mencegah kanker payudara yang meliputi perbaikan gaya hidup dan menjalankan pola makan yang sehat. Cara mengurangi risiko kanker payudara tersebut selain dapat mengurangi faktor risiko seminimal mungkin juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga sel tubuh tidak menjadi ganas. Tindakan pencegahan tersebut seharusnya dilakukan saat usia masih muda untuk menghindari munculnya sel yang berkembang tidak wajar dan menjadi ganas di kemudian hari.

 

Cara Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Selain itu banyak hal yang bisa dilakukan para wanita untuk mengurangi resiko terkena kanker payudara. Pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat sangat dianjurkan oleh para ahli. Berikut ini cara mengurangi risiko kanker payudara yang paling sederhana yang bisa Anda lakukan, antara lain:

 

  1. Lakukan pemeriksaan sendiri sebulan sekali

Salah satu cara mengurangi risiko kanker payudara yang praktis di kemudian hari adalah rajin berkonsultasi ke dokter terutama tentang cara melakukan pemeriksaan sendiri pada payudara. Pastikan hanya melakukan cara seperti yang telah diajarkan oleh dokter Anda. Pemeriksaan sendiri sangat bermanfaat sebagai alat deteksi dini terhadap kelainan-kelainan pada organ payudara.

 

  1. Berolahraga minimal tiga kali seminggu

Cara Mengurangi Risiko Kanker PayudaraSebuah tim dari American Association for Cancer Research menemukan bahwa olahraga dapat menjadi cara mengurangi risiko kanker payudara yang baik. Lakukan olahraga selama 20 menit dengan frekuensi minimal 3 kali seminggu. Lebih banyak frekuensinya, tentu lebih baik. Bentuk olahraga yang disarankan antara lain jogging dan berjalan kaki.

 

  1. Hindari minuman beralkohol

Minuman beralkohol meskipun hanya dalam jumlah sedikit, dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan hubungan antara alkohol dan kanker payudara adalah terutama kuat dalam 70% tumor yang dikenal sebagai hormon-sensitif. Maka dari itu cara mengurangi risiko kanker payudara yang disarankan adalah menghindari minuman beralkohol jika Anda sudah menjadi peminum minuman beralkohol cobalah berhenti mulai sekarang.

 

  1. Jaga berat badan Anda

Penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan atau obesitas (terutama jika Anda melewati menopause) meningkatkan risiko kanker payudara. Hal ini terutama bagi yang bertambah berat badan di usia dewasa. Penelitian yang dirilis pada bulan Maret 2008 oleh tim dari University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston menunjukkan bahwa wanita obesitas dan kelebihan berat badan juga memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih rendah saat mengalami kanker payudara. Selain itu, wanita obesitas beresiko lebih besar terkena penyakit dibandingkan wanita dengan berat badan rata-rata dan wanita kurus.

 

  1. Lakukan pemeriksaan mammogram setahun sekali setelah usia 40 tahun

Mammogram adalah pemeriksaan payudara dengan sinar-X. Tujuannya untuk mendeteksi perubahan yang terjadi pada payudara. Mammogram sangat penting karena adanya tumor di payudara bisa segera terdeteksi. Cara mengurangi risiko kanker payudara dengan deteksi lebih awal bisa meningkatkan kemungkinan sembuh hingga 98% untuk kanker level ringan.

 

  1. Rajin berjemur di pagi hari

Sebuah penelitian pernah dilakukan dan diketahui rajin berjemur di pagi hari disarankan sebagai cara mengurangi risiko kanker payudara karena bisa mengurangi risiko kanker sampai 50%. Menurut penelitian tersebut vitamin D yang diperoleh tubuh dari sinar matahari pagi dapat menghasilkan hormon yang bersifat anti kanker.

 

  1. Menyusui bayi mengurangi risiko kanker payudara

Wanita yang menyusui bayinya minimal satu tahun atau memberi ASI eksklusif pada tiga anak mengalami penurunan risiko kanker payudara sampai 50%. Para peneliti memperkirakan hal tersebut disebabkan karena selama masa kehamilan dan saat menyusui kadar hormon estrogen akan menurun. Sebagaimana diketahui hormon estrogen adalah bahan utama penyebab kanker payudara pada wanita.

 

Demikian cara mengurangi risiko kanker payudara, beberapa herbalis menyarankan perbanyak makan buah dan sayuran untuk membantu tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak.

 

 

Cara Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Terjadinya Kanker Payudara

Penyebab Terjadinya Kanker Payudara

Penyebab Terjadinya Kanker Payudara

Penyebab Terjadinya Kanker Payudara – Setiap tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki bakal sel kanker. Bakal sel kanker ini dapat terpicu oleh beberapa faktor, yang akhirnya bisa menyebabkan tubuh mengalami serangan kanker, termasuk payudara. Penyebab terjadinya kanker payudara sebenarnya masih tidak bisa untuk diketahui secara pasti. Sehingga memang agak sedikit rumit, tidak bisa di pastikan penyebab terjadinya kanker payudara pada setiap penderita adalah sama.

Untuk penyebab terjadinya kanker payudara, ada beberapa seperti apabila seseorang pernah mengidap kanker payudara, atau juga mengalami perubahan sifat sel kanker non-invasif yang terkandung di dalam saluran payudara menjadi sel kanker invasif maka hal ini bisa berakibat pada orang yang mengalaminya terkena kanker payudara, baik itu pada bagian payudara yang sama (jika sebelumnya sudah terkena kanker) ataupun pada payudara satunya.

 

  1. Benjolan jinak yang dialami

Terkena masalah benjolan jinak sebenarnya tidak serta merta membuat orang yang mengalaminya terkena kanker payudara, akan tetapi benjolan tertentu memang bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Perubahan kecil pada jaringan payudara, seperti pertumbuhan sel yang tidak lazim dalam saluran (lobulus), bisa meningkatkan penyebab terjadinya kanker payudara.

 

  1. Faktor genetika

Memiliki anggota keluarga, seperti ibu, kakak, adik atau anak, apabila ada yang mengidap kanker payudara (ovarium), maka penyebab terjadinya kanker payudara akan meningkat.

 

  1. Faktor usia

Penyebab terjadinya kanker payudara bisa meningkat seiring dengan bertambahnya usaha, dimana kanker payudara umumnya dialami oleh wanita berusia di atas 50 tahun, yaitu sekitar 80 persen.

 

  1. Paparan radiasi

Paparan radiasi juga mengakibatkan meningkatnya penyebab terjadinya kanker payudara, paparan radasi termasuk berasal dari prosedur medis, seperti melakukan rontgen dan CT scan.

 

  1. Risiko paparan estrogen

Penyebab terjadinya kanker payudara juga bisa meningkat akibat tingkat paparan terhadap estrogen di dalam tubuh, kondisinya yaitu: Jika seorang wanita tidak memiliki keturunan hingga usia tua maka berakibat meningkatkan risiko kanker payudara karena paparan terhadap estrogen tidak terhalang oleh proses kehamilan. Hal lainnya karena mengalami masa menstruasi yang lebih lama

 

  1. Akibat terapi penggantian hormon

Terapi penggantian hormon kombinasi memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan terapi penggantian hormon estrogen. Tetapi tetap saja, keduanya tetap meningkatkan penyebab terjadinya kanker payudara. Risiko kanker payudara meningkat seiring durasi lamanya terapi, tetapi kondisi bisa kembali normal setelah berhenti menjalaninya.

 

  1. Kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan setelah menopause bisa berakibat pada meningkatnya produksi estrogen, yang akan membuat meningkatnya penyebab terjadinya kanker payudara.

 

  1. Konsumsi minuman keras

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 200 wanita pengonsumsi minuman keras dan 200 wanita bukan pengonsumsi minuman keras. Hasilnya, ditemukan bahwa mereka yang mengonsumsi minuman keras bisa terserang kanker sebanyak tiga kali lebih besar. Penyebab terjadinya kanker payudara meningkat seiring dengan banyaknya jumlah minuman keras yang dikonsumsi.

 

  1. Merokok

Termasuk gaya hidup tidak sehat (yang tidak diragukan lagi) adalah merokok. Pada sebatang rokok mengandung banyak sekali zat beracun, dan sebagian besar Penyebab Terjadinya Kanker Payudaradapat memicu pertumbuhan sel kanker. Tidak hanya perokok aktif yang beresiko terkena penyakit kanker, tetapi juga perokok pasif bisa rentan terkena penyakit kanker tersebut. Untuk itu, hal yang sangat penting diusahakan, agar kita semua berusaha untuk menjauhi yang namanya rokok, yang merupakan cerminan gara hidup tidak sehat.

 

  1. Terkena racun pestisida

Konsumsi sayur dan buah-buahan menjadi ciri gaya hidup sehat. Akan tetapi, hal ini juga bisa menjadi bumerang ketika kesalahan dalam memilih sayur dan buah yang hendak dikonsumsi. Kandungan pestisida yang menempel pada sayur atau buah bisa berakibat timbulnya reaksi pada tubuh berupa pertumbuhan sel kanker. Sehingga, penting untuk cerdas dalam memilih sayur dan buah yang organik, yang tidak tercemar pestisida. Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Liverpool menyebutkan bahwa pestisida bisa meningkatkan penyebab terjadinya kanker payudara. Apabila memang terpaksa membeli sayur dan buah non organik, maka dalam pengolahannya harus dicuci hingga bersih sebelumnya.

 

  1. Akibat implan payudara

Implan sering ditanam dalam tubuh, tidak terkecuali di payudara. Wanita yang menggunakan implan payudara memiliki risiko penyebab terjadinya kanker payudara yang lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak memakainya. Hal ini dikemukakan oleh para peneliti dari Kanada, seperti dilaporkan dalam BMJ (British Medical Journal).

 

  1. Melakukan pekerjaan memicu kanker payudara

Beberapa penelitian yang dilakukan para ahli, menemukan adanya hubungan antara pekerjaan wanita dengan penyebab terjadinya kanker payudara. Penelitian di Prancis menunjukkan bahwa hubungan antara wanita yang bekerja pada malam hari dan belum pernah mengalami kehamilan, bisa menjadi penyebab terjadinya kanker payudara.

Selain itu, penelitian dari Kanada menemukan bahwa pekerjaan tertentu, bisa memungkinkan tubuh manusia kontak ke dalam karsinogen, seperti pekerjaan di bar, otomotif, perusahaan manufaktur plastik, dan perusahaan makanan kemasan (kaleng, plastik), yang memicu resiko kanker payudara.

 

 

 

Penyebab Terjadinya Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Risiko Kanker Payudara

Risiko Kanker Payudara

Risiko Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan tumor ganas yang menyerang jaringan payudara. Sel dan jaringan payudara menjadi berubah bentuk dan tumbuh secara tidak terkendali. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang angka kematiannya tinggi. Survival rate 5 tahun kanker payudara bervariasi sesuai stadium kanker, mulai dari 100% pada stadium 0 dan 1 hingga mencapai 22% pada kanker payudara yang sudah metastasis (stadium 4). Komplikasi dan pengobatan kanker dapat menimbulkan gangguan kualitas hidup, produktifitas serta beban biaya yang besar. Oleh karena itu, pencegahan kanker payudara menjadi hal pertama dan utama yang perlu dilakukan.

Untuk dapat mencegah, kita harus mengetahui faktor-faktor risiko apa saja yang dapat berperan dalam terjadinya kanker payudara. Faktor risiko bukanlah penyebab kanker melainkan merupakan kondisi-kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan atau peluang terjadinya kanker. Faktor risiko tersebut dibedakan menjadi faktor yang dapat serta tidak dapat diubah/dimodifikasi.

Meski tidak dapat kita ubah, faktor-faktor risiko berikut dapat menjadi kewaspadaan kita terhadap kemungkinan terjadinya kanker di masa depan.

 

Faktor risiko kanker payudara yang tidak dapat diubah:

  • Genetik : faktor genetik dapat meningkatkan secara signifikan risiko kanker payudara. Terdapat gen yang kita sebut sebagai BRCA1 dan BCRA2 yang menjadi penanda risiko kanker payudara. Sebagai perbandingan, orang yang memiliki gen BRCA1 memiliki peluang sebesar 65% mengalami kanker payudara dengan usia rata-rata terjadinya adalah 43 tahun. Orang dengan gen BRCA2 memiliki peluang sebesar 45% mengalami kanker payudara dengan usia rata-rata terjadinya adalah 41 tahun. Sementara itu, populasi umum, memiliki risiko kanker payudara sebesar 11%, dengan usia rata-rata terjadinya adalah 61 tahun.
  • Usia : semakin tua, risiko kanker payudara akan semakin tinggi. Pada wanita, 80% kejadian kanker payudara terjadi pada wanita usia >50th.
  • Gender : Sebagian besar penderita kanker payudara adalah wanita, yang mana kejadiannya mencapai 99%. Namun, pria juga dapat mengalami kanker payudara meski hanya pada 1% kasus.
  • Riwayat keluarga : Mereka yang memiliki anggota keluarga seperti ayah, ibu atau saudara dengan kanker payudara memiliki risiko yang lebih besar mengalami kanker tersebut dibandingkan yang tidak.
  • Radiasi payudara di usia muda : mereka yang pernah mengalami radiasi di bagian dada atau payudara di usia muda memiliki risiko kanker payudara yang lebih besar dibanding yang tidak pernah. Radiasi tersebut misalnya pada pengobatan timoma (keganasan pada rongga dada)
  • Ras : ras yang paling memiliki risiko kanker payudara berturut-turut adalah ras kaukasian diikuti oleh afrika, asia pasifik, hispanik dan indian.
  • Kepadatan jaringan payudara : semakin padat jaringan payudara, yang dapat diperiksa/dibuktikan dengan pemeriksaan mamografi, semakin tinggi risiko kanker payudara.
  • Tumor jinak sebelumnya : mereka yang pernah mengalami tumor jinak pada payudara sebelumnya, memiliki risiko kanker payudara yang lebih besar.
  • Periode menstruasi : wanita yang mengalami periode menstruasi lebih lama, seperti mulai pertama kali mens di usia muda <12 tahun atau mengalami menopause di usia >55 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih besar.

 

Selain faktor yang memang tidak dapat diubah, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat diubah, yang mana masih dapat kita upayakan untuk menekan risiko kanker payudara.

  • Tidak punya anak atau baru memiliki anak pertama setelah usia 30 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih besar. Oleh karena itu, bagi yang sudah berkesempatan, sebaiknya tidak menunda untuk memiliki keturunan, terutama mereka yang hampir mencapai usia 30 tahun.
  • Tidak menyusui menjadi faktor risiko kanker payudara selanjutnya. Oleh karena itu, selain baik untuk tumbuh kembang bayi dan kelekatan hubungan ibu dan bayinya, menyusui sangat direkomendasikan karena dapat menurunkan risiko berbagai penyakit seperti kanker payudara.
  • Penggunaan KB hormonal dapat menjadi faktor risiko terjadinya kanker payudara. Oleh karena itu, mereka yang memang memiliki faktor risiko lain terjadinya kanker payudara seperti faktor genetik (atau yang lainnya) disarankan untuk menggunakan metode kontrasepsi yang lain seperti spiral, barier (kondom) atau pantang berkala.
  • Terapi hormon setelah menopause dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Oleh karena itu, penggunaannya harus benar benar mempertimbangkan risiko dan manfaatnya, terutama mereka yang memang memiliki faktor risiko lain terjadinya kanker payudara.
  • Konsumsi alkohol atau rokok dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Selain perokok aktif, perokok pasif juga memiliki peningkatan risiko yang serupa. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kebiasaan merokok dihentikan sesegera mungkin demi kebaikan diri sendiri dan keluarga.
  • Seringnya seseorang bekerja di malam hari ternyata juga meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Hal tersebut berkaitan dengan gangguan pada irama sikardian.
  • Obesitas atau berat badan berlebih dapat menjadi faktor risiko kanker payudara karena adanya proses inflamasi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki berat badan ideal. Olahraga dan menjada diet menjadi kunci untuk bisa mendapatkan dan mempertahankan berat badan ideal. Selain mencegah kanker, menjaga berat badan sekaligus juga mencegah berbagai penyakit lain terutama penyakit kardiovaskular.

 

Kanker payudara dapat terjadi pada siapa saja, baik yang memiliki faktor risiko tersebut maupun tidak. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan skrining kanker payudara bagi wanita usia >40 tahun. Selain itu, dapat diupayakan untuk secara rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk secara dini mendeteksi adanya tumor atau bahkan kanker payudara.

 

 

Risiko Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Indikasi Kanker Payudara

Indikasi Kanker Payudara

Indikasi Kanker Payudara

Indikasi Kanker Payudara yang paling umum adalah adanya/timbulnya benjolan di sekitar payudara, bisa kecil, sedang, atau besar, dapat pula terasa mengganggu atau tidak. Dalam artikel ini kita akan membahas secara detil mengenai tanda kanker payudara yang harus di perhatikan, pengetahuan awal ini sangat membantu dalam proses penyembuhan,

 

  1. Benjolan / penebalan di sekitar payudara

Benjolan di sekitar payudara merupakan salah satu indikasi kanker payudara paling awal yang harus Anda perhatikan. Sebagian wanita memiliki benjolan di daerah ketiak atau sekitar payudara sebagai tanda awal mereka telah terkena kanker payudara stadium awal. Walau tidak 100% benjolan ini menandakan bahwa Anda terkena kanker, namun setidaknya Anda harus waspada, mulai dari yang terasa kecil atau yang sudah mengganggu, sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter terkait.

Untuk membedakan mana benjolan yang kemungkinan besar adalah kanker payudara dan mana yang tidak, berikut adalah beberapa karakteristiknya. Selain benjolan, penebalan payudara di bawah ketiak juga wajib Anda waspadai dan segera konsultasi di dokter terkait jika Anda merasakan hal ini.

 

  1. Perubahan ukuran dan bentuk payudara

Indikasi Kanker PayudaraJika Anda melihat ada keanehan dalam salah satu bentuk payudara Anda maka Anda harus khawatir karena ini merupakan indikasi kanker payudara umum kedua yang paling sering terjadi. Tidak hanya bentuk, ukuran payudara juga menjadi indikasi kanker payudara yang umum.

Perubahan ukuran dan bentuk ini dapat terjadi pada salah satu payudara, atau kedua-duanya. Jadi ada baiknya jika anda memperhatikan salah satu berubah, atau keduanya berubah dalam hal bentuk dan ukuran Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut pada dokter terkait.

 

  1. Terdapat kerutan di sekitar payudara

Kerutan biasanya dialami oleh orang yang sudah tua, namun tidak halnya jika Anda mengalami atau terkena indikasi kanker payudara, kerutan mungkin saja terdapat di bagian tertentu di payudara Anda. Kulit payudara normal tidak memiliki kerutan, cenderung halus dan permukaan yang rata (kecuali di daerah puting). Kerutan indikasi kanker payudara ini dapat Anda rasakan dengan tangan perbedaannya, permukan kasar dan spesifik di daerah tertentu pada kulit payudara. Biasanya kerutan ini akan berwarna sedikit hitam dan tidak terlalu besar lingkupnya.

 

  1. Keluarnya cairan dari puting secara tiba-tiba

Ketika tanpa sebab yang jelas (tidak sedang menyusui) tiba-tiba keluar cairan dari puting, maka ini adalah salah satu indikasi kanker payudara. Cairan yang keluar dari puting ini dapat berwarna putih dan bening, agak kental atau encer. Jika puting mengeluarkan cairan coklat atau bahkan berupa cairan berwarna merah darah, ini sudah tahap kronis dimana anda harus segera berkonsultasi ke dokter. Kemungkinan besar Anda mengalami indikasi kanker payudara awal. Namun secara garis besar, apapun cairan yang keluar dari puting tanpa sebab yang jelas sebaiknya Anda beri perhatian khusus, periksa ke dokter.

 

  1. Nyeri tidak kunjung hilang di bagian tertentu payudara

Payudara mungkin saja terasa nyeri ketika Anda mengalami menstruasi ataupun ketika sedang hamil. Namun tentu rasa nyeri tersebut dapat hilang seiring dengan selesainya siklus yang Anda lalui. Lalu bagaimana jika rasa nyeri tersebut tidak kunjung hilang? Jika tidak kunjung hilang coba teliti lagi apakah bagian yang nyeri tersebut terletak pada posisi yang sama atau tidak ? jika pada bagian yang sama maka akan semakin besar kemungkinan bahwa itu merupakan indikasi kanker payudara yang harus Anda waspadai.

 

  1. Payudara nampak kemerahan dan bengkak

Jika Anda mengalami perubahan drastis dari warna kulit sekitar payudara seperti memerah, bengkak, atau terlihat gelap di salah satu sisi dan bagian tertentu pada payudara Anda, maka sebaiknya Anda mulai berkonsultasi pada dokter spesialis terkait. Amati kulit sekitar payudara Anda, lihat apakah ada warna aneh di bagian bawah, atas, atau samping. Indikasi kanker payudara merah ini biasanya akan membawa kehangatan jika di sentuh. Seperti orang pada saat demam, namun hanya pada daerah tersebut saja. Selain benjolan ada juga bengkak yang lunak, tidak seperti benjolan yang keras bengkak ini cenderung lebih lunak sifatnya.

 

  1. Puting masuk ke dalam

Puting susu biasanya akan timbul, kalau pun sedang mengecil setidaknya dia akan sejajar dengan kulit. Namun keanehan harus Anda perhatikan ketika ia telah menukik ke dalam dan tidak sewajarnya. Apakah puting susu saja ? Tidak. Semua bagian di payudara yang menukik di dalam harus Anda waspadai sebagai indikasi kanker payudara yang patut dilakukan pengecekan lebih lanjut agar tidak menjadi lebih bahaya.

Puting susu yang ‘bersembunyi’ di dalam dapat terjadi di hanya salah satu bagian saja atau di kedua bagian sekali gus. Ingat!! Tidak hanya puting susu, bagian lain selain puting juga dapat menukik ke dalam yang tandanya harus Anda perhatikan agar tidak berdampak kronis.

 

  1. Gatal, bersisik sakit, dan ruam di puting susu

Faktor lain yang dapat menjadi indikasi kanker payudara adalah timbulnya gatal yang tidak terduga di sekitar daerah payudara. Gatal ini dapat terjadi dalam skala kecil dan tidak terlalu mengganggu sampai yang cukup mengganggu karena sulit hilang serta intensitasnya sudah sangat tinggi. Di kulit payudara juga timbul semacam sisik yang cukup mengganggu karena sakit jika di kelupas atau di pegang. Bersisik pada bagian kulit mana pun tentu harus mendapat treatment yang lebih karena sewajarnya kulit manusia tidak akan bersisik, terlebih jika terjadi di daerah payudara.

Khusus untuk ruam hanya terjadi di sekitar puting susu, jika terjadi ruam, sebaiknya berkonsultasi di dokter terkait.

 

 

 

Indikasi Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara – Kalau Anda menggunakan alat kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, ada baiknya Anda mempertimbangkan pilihan lain. Peneliti Sanna Heikkinen dari University of Helsinki dan Finnish Cancer Registry mengevaluasi Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara. Faktor risiko terbesar pada kanker payudara adalah usia dan faktor gaya hidup yang berisiko, termasuk usia tua saat melahirkan untuk pertama kali, jumlah anak yang sedikit, konsumsi alkohol dalam jumlah besar, dan gaya hidup sedentary.

Heikkinen dan timnya menganalisis data dari 8 ribu pasien kanker payudara dan 20 ribu kontrol di Finlandia. Hasilnya, mereka menemukan penggunaan Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara yang 32% lebih tinggi pada wanita dewasa muda, dibandingkan dengan wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi jenis ini.

 

Tim ini juga menginvestigasi jumlah dari dari mamografi oportunis, yang ditemukan sangat umum. Lebih dari 60% responden dilaporkan pernah melakukan mamografi sebelum usia yang disarankan, yaitu 50 tahun. Wanita harusnya diberi informasi yang lebih jelas sehubungan dengan bahaya dari mamografi oportunis, seperti meningkatnya beban radiasi, dan konsekuensi potensial dari temuan yang salah.

Kanker payudara adalah tipe kanker yang berasal dari jaringan payudara. Baik pria dan wanita bisa menderita hal ini, walaupun kasus pada pria lebih jarang. Seiring dengan kanker serviks, kanker ini adalah kanker paling banyak diderita wanita. Salah satu permasalahan utama pada kanker payudara adalah, mereka sering ditemukan terlambat. Hal ini karena kurangnya kesadaran tentang penyakit ini. Deteksi dini kanker payudara bisa secara signifikan menurunkan risiko kematian.  Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

 

Bagaimana Cara Memeriksa Payudara?

Waktu terbaik untuk melakukan SADARI adalah beberapa hari setelah periode menstruasi Anda berakhir. Pada masa menstruasi, kadar hormon berfluktuasi sehingga menyebabkan perubahan pada tubuh, termasuk payudara yang mengencang. Terdapat beberapa cara untuk melakukan pemeriksaan. Anda dapat memilih yang sesuai dengan kenyamanan Anda.  – Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

 

Di depan cermin

Untuk melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri, Anda hanya memerlukan tangan, penglihatan, dan cermin. Berdirilah di depan kaca, buka pakaian dari pinggang ke atas. Pastikan terdapat cukup pencahayaan dalam ruangan tersebut dan lakukan cara berikut:

  • Perhatikan payudara Anda. Kebanyakan wanita tidak memiliki payudara yang ukurannya sama besar (payudara kanan lebih besar atau lebih kecil daripada yang lain).  – Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
  • Berdirilah dengan lengan di samping tubuh. Perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, juga bentuk puting payudara.
  • Letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada. Perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
  • Membungkuklah di depan kaca sehingga payudara terjulur ke bawah. Perhatikan dan raba untuk memeriksa apakah ada perubahan tertentu pada payudara.
  • Tautkan kedua tangan di belakang kepala dan tekan ke dalam. Perhatikan kedua payudara Anda, termasuk di bagian bawah.
  • Periksa apakah terdapat cairan yang keluar dari puting Anda. Tempatkan jempol dan jari telunjuk Anda di sekitar puting, lalu tekan perlahan, dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Ulangi pada payudara yang lain.

 

Saat mandi

Anda juga dapat memeriksa payudara saat mandi. Busa sabun akan memudahkan pergerakan tangan untuk memeriksa benjolan atau perubahan pada payudara. Angkat satu tangan ke belakang kepala. Dengan tangan lain yang dilumuri sabun, raba payudara di sisi tangan yang terangkat. Gunakan jari untuk menekan-nekan bagian demi bagian dengan lembut. Lakukan pada payudara di sisi lain.

 

Berbaring

Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan berbaring. Pilih tempat tidur atau permukaan datar lain yang nyaman. Saat berbaring, payudara menjadi melebar dan memudahkan untuk diperiksa.  – Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

  • Sambil berbaring, tempatkan gulungan handuk atau bantal kecil di bawah pundak. Tempatkan tangan kanan di bawah kepala. Lumuri tangan kiri dengan losion dan gunakan jari untuk meraba payudara kanan.
  • Ibaratkan payudara seperti permukaan jam. Mulailah gerakan dari titik jam 12 ke angka 1 dengan gerakan melingkar. Setelah satu lingkaran, geser jari dan mulailah kembali hingga seluruh permukaan payudara hingga ke puting selesai teraba.
  • Tidak perlu terburu-buru saat melakukan pemeriksaan. Pastikan semua permukaan payudara telah teraba dengan seksama. – Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

 

Hal yang perlu diperhatikan saat dan setelah melakukan pemeriksaan adalah tetap tenang jika mendapati perubahan pada payudara. Meski harus tetap waspada Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara, namun sebagian besar perubahan fisik tidak mengarah pada kanker. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosis kelainan. Sebagian besar benjolan pada payudara juga merupakan tumor jinak yang tidak bersifat kanker. Dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan untuk mendiagnosis penyebab perubahan, seperti pemeriksaan mamogram dan USG. Periksa payudara lebih sering jika usia Anda telah mencapai 50 tahun atau lebih. Pemeriksaan untuk mendeteksi potensi kanker juga perlu dilakukan secara teratur. – Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

 

 

 

Pil KB Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanda-Tanda Kanker Payudara

Tanda-Tanda Kanker Payudara

Tanda-Tanda Kanker Payudara

Kanker payudara bukanlah penyakit yang tak dapat disembuhkan. Penyakit ini memerlukan deteksi dini yang dapat diperoleh berdasarkan Tanda-Tanda Kanker Payudara yang dialami oleh pasien. Setelah itu, barulah Anda dapat membuat keputusan mengenai penanganan yang tepat. Karena deteksi sedini mungkin ciri kanker payudara sangatlah vital untuk keberhasilan pengobatan, maka Anda sebaiknya mulai dari sekarang berupaya mengenali bagaimana kondisi normal payudara terlihat dan terasa, serta mengetahui perubahan apa yang harus dilihat darinya. Berikut adalah beberapa Tanda-Tanda Kanker Payudara yang perlu Anda cermati saat melakukan pemeriksaan di depan cermin:

 

  1. Sebuah benjolan di payudara

Sebuah benjolan atau pertumbuhan di payudara adalah Tanda-Tanda Kanker Payudara yang umum. Benjolan ini seringkali bentuknya keras dan tidak terasa sakit, meski ada juga terasa sakit. Namun tidak semua benjolan adalah Tanda-Tanda Kanker Payudara.

Ada beberapa kelainan lain pada payudara (seperti kista) yang juga dapat menimbulkan benjolan abnormal. Akan tetapi, jika Anda melihat terbentuknya benjolan aneh di payudara, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter. Bila benjolan tersebut memang bersifat kanker, akan lebih baik kalau lebih cepat didiagnosis.

 

  1. Pembengkakan di atau di sekitar payudara, tulang selangka, atau ketiak

Tanda-Tanda Kanker Payudara berikutnya yaitu adanya pembengkakan di payudara bisa disebabkan oleh peradangan akibat kanker di payudara, yang menandakan bahwa kanker berkembang secara agresif. Bengkak atau benjolan di sekitar tulang selangka (yang menghubungkan tulang dada dengan tulang belikat) atau ketiak bisa diakibatkan oleh kanker yang telah menyebar ke kelenjar getah bening di area tersebut.

Pembengkakan bahkan dapat terjadi sebelum Anda bisa menemukan benjolan di payudara. Jadi apabila terdapat pembengkakan yang dicurigai sebagai kanker, segeralah pastikan itu dengan periksa ke dokter.

 

  1. Penebalan dan kemerahan pada kulit payudara

Jika kulit payudara Anda mulai terasa seperti kulit jeruk atau menjadi kemerahan, periksakan segera ke dokter. Seringkali Tanda-Tanda Kanker Payudara ini disebabkan oleh mastitis infeksi payudara yang umum dialami ibu menyusui. Dokter mungkin akan meresepkan obat antibiotik untuk mengobati infeksi.Tanda-Tanda Kanker Payudara

Jika gejala ini tidak kunjung membaik setelah seminggu, sebaiknya periksakan lagi ke dokter, sebab ini bisa jadi Tanda-Tanda Kanker Payudara agresif yang menyebabkan peradangan sehingga menimbulkan kemerahan serta penebalan di kulit.

Jenis kanker payudara yang menyebabkan gejala ini dapat terlihat sangat mirip seperti infeksi pada payudara, dan karena jenis kanker ini berkembang cepat, maka sangatlah penting untuk mendiagnosanya sesegera mungkin.

 

  1. Payudara terasa panas dan gatal

Seperti penebalan kulit dan kemerahan, rasa panas serta gatal di payudara mungkin adalah gejala mastitis atau bahkan Tanda-Tanda Kanker Payudara. Periksakan ke dokter, dan bila obat antibiotik resep dokter tidak membantu, kembalilah kunjungi dokter Anda.

 

  1. Perubahan pada bentuk puting payudara

Kanker payudara kadang-kadang dapat menyebabkan perubahan pada bentuk puting Anda. Bila Anda melihat puting seperti tertarik ke dalam, atau kulitnya menebal, atau menjadi merah atau bersisik, segeralah periksakan diri ke dokter. Semua perubahan aneh pada puting ini dapat menjadi Tanda-Tanda Kanker Payudara.

 

  1. Keluar cairan aneh dari dalam puting

Memang bikin khawatir kalau Anda melihat ada cairan (selain ASI) keluar dari dalam puting. Tetapi jangan panik dulu, karena seringkali hal itu ‘hanya’ disebabkan oleh cedera, infeksi, atau tumor jinak (bukan kanker). Meskipun begitu, Anda tetap perlu waspada dengan Tanda-Tanda Kanker Payudara ini, terutama apabila cairan yang keluar bercampur dengan darah.

 

  1. Rasa nyeri di payudara

Anda perlu berhati-hati bila ada rasa sakit di payudara. Memang sebagian besar Tanda-Tanda Kanker Payudara yang masih tahap awal tidak disertai dengan nyeri payudara. Biasanya masalah nyeri di payudara hanya diakibatkan oleh siklus menstruasi hal ini wajar terjadi.

Rasa sakit seperti ini paling umum terjadi seminggu (atau lebih) sebelum periode menstruasi dimulai, kemudian hilang setelah menstruasi dimulai. Beberapa kelainan payudara, seperti mastitis, juga bisa menyebabkan rasa sakit yang datangnya tiba-tiba. Dalam kasus ini, rasa sakit itu tidak berhubungan dengan siklus menstruasi Anda.

 

Bila Anda merasakan nyeri payudara yang parah atau yang tetap terasa serta bukan disebabkan oleh siklus menstruasi, Anda harus periksa ke dokter. Bisa jadi itu memang adalah Tanda-Tanda Kanker Payudara yang perlu segera ditangani. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Tanda-Tanda Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment