Gejala Kanker Payudara Stadium 1

Gejala Kanker Payudara Stadium 1

Gejala Kanker Payudara Stadium 1 – Tahukah Anda bahwa kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang menduduki peringkat tertinggi kedua pada kaum wanita setelah kanker serviks. Namun tidak menutup kemungkinan bagi Anda para pria mengidap kanker payudara juga.

Perempuan dengan memiliki faktor-faktor risiko tertentu lebih besar kemungkinan mengidap kanker payudara. Beberapa faktor risiko seperti mengkonsumsi alkohol (dapat dihindari). Tapi kebanyakan faktor risiko seperti memiliki riwayat keluarga kanker payudara atau gen (tidak dapat dihindari). Memiliki faktor risiko bukan berarti bahwa Anda akan mendapatkan kanker payudara. Banyak wanita yang memiliki faktor risiko tidak pernah terkena kanker payudara, mungkin karena ia gemar menerapkan gaya hidup sehat sehingga jauh dari kanker.

Dokter spesialis bedah onkologi RS. Dharmais, Walta Gautama mengatakan bahwa seringkali perempuan mengabaikan pentingnya ‘Sadari’ atau periksa payudara sendiri sehingga meningkatkan risiko ditemukannya kanker payudara sudah dalam stadium lanjut.

Jadi Anda dituntut harus tahu bahwa kanker payudara sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Tapi kalau sudah ada luka dan tekstur seperti kulit jeruk pada payudara Anda, itu berarti kanker sudah masuh dalam stadium 3 atau lanjut.

 

Gejala Kanker Payudara Stadium 1Gejala Kanker Payudara Stadium 1

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa Gejala Kanker Payudara Stadium 1 masih sulit dideteksi, karena pada stadium ini biasanya penderita tidak merasakan nyeri atau sakit pada bagian payudara. Akan tetapi, Gejala Kanker Payudara Stadium 1 sudah mulai bisa dikenali bila :

  • Terdapat benjolan atau penebalan di payudara – Gejala Kanker Payudara Stadium 1
  • Benjolan terasa kasar, tidak bergerak, tidak ada benjolan yang sama di payudara sebelahnya – Gejala Kanker Payudara Stadium 1
  • Kulit payudara berlesung pipit – Gejala Kanker Payudara Stadium 1
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara
  • Terdapat kerutan disekitar payudara
  • Keluar cairan dari puting secara tiba-tiba
  • Puting masuk ke dalam – Gejala Kanker Payudara Stadium 1
  • Payudara terlihat bengkak dan nampak kemerahan
  • Gatal, bersisik dan ruam di puting susu – Gejala Kanker Payudara Stadium 1

Adapaun bila kanker payudara sudah menyebar dan masuk ke tahap lanjutan, gejalanya meliputi :

  • Nyeri tulang
  • Mual
  • Penglihatan ganda
  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan turun secara drastis
  • Penumpukkan cairan di sekitar paru
  • Batuk
  • Kelemahan otot
  • Sesak nafas
  • Sakit kepala hebat dan sulit sembuh

 

Pencegahan dan Pengobatan Kanker Payudara Stadium 1 Paling Ampuh

Bila Anda mengalami Gejala Kanker Payudara Stadium 1 seperti yang telah dijelaskan di atas, segeralah lakukan tindakan pencegahan dan pengobatannya karena Gejala Kanker Payudara Stadium 1 merupakan Gejala Kanker Payudara Stadium 1  paling ringan dibandingkan stadium lanjut, sehingga kanker tidak meluas dan berkembang ke stadium lanjut. Jelas, bila kanker payudara sudah masuk dalam stadium lanjut akan semakin sulit pula untuk disembuhkan.Gejala Kanker Payudara Stadium 1

Oleh sebab itu kami rekomendasikan S. Lutena sebagai cara yang tepat untuk mengobati kanker payudara. Baik stadium awal, stadium lanjut, maupun stadium akhir. S. Lutena adalah suplemen makanan atau biasa disebut juga obat herbal dari Jepang yang mempunyai kandungan didalamnya yaitu: Lutein, Zeaxanthin, Alpha-Carotene, Beta-Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blueberry, Blackcurrant, Vitamin B Kompleks, Vitamin E dan DHA. S. Lutena sudah direkomendasikan oleh seluruh dokter di Jepang sebagai Suplemen Makanan Anti Kanker no. 1 di Jepang. Tidak hanya di Jepang, Taiwan(pada tahun 2004), Hongkong(pada tahun 2007), Malaysia(pada tahun 2009), Korea(pada tahun 2010), Indonesia(pada tahun 2011), Thailand(pada tahun 2013), USA(pada tahun 2014), Filiphina, Vietnam, dan Brunei Darussalam(pada tahun 2015) pun merekomendasikan bahwa S. Lutena adalah suplemen makanan anti kanker no. 1 dari Jepang. Tidak usah khawatir produk S. Lutena itu Halal atau tidak, karena sudah mendapat sertifikat halal dari JMA (Japanese Muslim Assotiation). Oleh karena itu kami menjamin dan kami pastikan produk S. Lutena adalah produk unggulan.

 

 

Gejala Kanker Payudara Stadium 1

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mencegah Kanker Payudara

Cara Mencegah Kanker Payudara

Cara Mencegah Kanker Payudara

Cara Mencegah Kanker Payudara – Kanker payudara memang merupakan kanker ganas, tapi bukan berarti penyakit ini tidak dapat diobati. Tetapi sebelum mengobati, ada baiknya kita mencegah sebelum terkena penyakit ini. Menurut beberapa pakar kesehatan, diet serta melakukan pola hidup sehat merupakan cara pencegahan terbaik dalam menghindari kanker payudara. Adapun Cara Mencegah Kanker Payudara lainnya adalah sebagai berikut :

 

  1. Menjaga berat badan

Cara Mencegah Kanker Payudara dengan menjaga berat badan yang sehat  sepanjang hidup Anda terbukti dapat menjaga kesehatan. Anda dapat menghitung BMI atau Body Mass Index dengan cara berat badan (dalam kilogram) dibagi kuadran tinggi dalam meter, telah terbukti secara signifikan jika peningkatan BMI (lebih dari keadaan normal 25) akan meningkatkan risiko kanker payudara. Selain itu, dan peningkatan BMI telah meyakinkan terbukti meningkatkan risiko kanker payudara pasca-menopause.

  1. Hindari alkohol

Penggunaan alkohol adalah yang paling mapan untuk kanker payudara. Studi Kesehatan menunjukan mengkonsumsi lebih dari satu minuman beralkohol sehari dapat meningkatkan risiko kanker payudara sebanyak 20 – 25%. Jika Anda ingin menurunkan risiko kanker payudara maka Cara Mencegah Kanker Payudara yang baik adalah menghindari alkohol atau menurunkan konsumsi alkohol.

  1. Mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran

Makan tujuh atau lebih porsi  sayur dan buah setiap hari. Sayuran untuk perlindungan kanker payudara mencakup semua sayuran (brokoli, kubis, kecambah brussels, kembang kol), sayuran hijau (sawi, kangkung, bayam), wortel dan tomat. Buah yang mempunyai kandungan lebih untuk mencegah kanker payudara adalah  jeruk, berry dan ceri. T Cara Mencegah Kanker Payudara terbaik untuk anda adalah dengan mengkonsumsi sayuran mentah atau dimasak sebentar, karena beberapa phytochemical diyakini menawarkan perlindungan terhadap kanker payudara dihancurkan oleh panas

  1. Berolahraga secara teratur

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga teratur memberikan perlindungan yang kuat terhadap kanker payudara. Lakukan selama 30 menit untuk melakukan aktivitas aerobik sedang (jalan cepat) secara rutin. Cara Mencegah Kanker Payudara ini sangat bagus dilakukan karena selain mencegah terkena risiko kanker payudara, Anda pun akan tetap sehat sepanjang hari.

  1. Kurangi Lemak

Apakah lemak Anda benar? Jenis lemak dalam diet Anda dapat mempengaruhi risiko kanker payudara. Minimalkan konsumsi lemak omega-6, lemak jenuh dan lemak trans. Maksimalkan asupan lemak omega-3, terutama dari minyak ikan (salmon, tuna, makarel, sarden). Cara Mencegah Kanker Payudara yaitu dengan mengkonsumsi minyak tak jenuh tunggal (minyak zaitun, kacang-kacangan / biji, alpukat) sebagai sumber lemak utama anda, karena makanan tersebut memiliki potensi sifat antikanker. Secara khusus, minyak zaitun  adalah sumber potensial dari polifenol antioksida dan kacang-kacangan dan biji-bijian mencukupi kebutuhan mineral pelindung kanker, selenium.

  1. Konsumsi karbohidrat sesuai porsi

Apakah karbohidrat Anda benar? Minimalkan konsumsi indeks glikemik tinggi yaitu nasi putih, kentang putih, gula dan produk produk olahan dari nasi, kentang dan gula. Makanan ini memicu perubahan hormonal yang mempromosikan pertumbuhan sel dalam jaringan payudara. Cara Mencegah Kanker Payudara yaitu dengan mengganti karbohidrat Anda dengan  biji-bijian dan kacang-kacangan / polong-polongan. Kacang-kacangan karena serat tinggi dan kandungan lignan terutama khusus.

  1. Mengkonsumsi produk kedelai

Mengkonsumsi produk kedelai secara teratur, seperti tahu, tempe dan susu kedelai. Penelitian epidemiologi telah menunjukkan hubungan positif antara konsumsi kedelai dan pengurangan risiko kanker payudara. Maka Cara Mencegah Kanker Payudara dengan mengonsumsi kedelai sangat dianjurkan para pakar kesehatan.

  1. Minimalkan paparan estrogen farmakologis dan xeno-estrogen.

Jangan mengambil estrogen resep kecuali ada indikasi medis. Paparan seumur hidup untuk estrogen memainkan peran penting dalam perkembangan kanker payudara. Juga hindari seperti estrogen senyawa yang ditemukan dalam polusi lingkungan, seperti pestisida dan bahan kimia industri. Cara Mencegah Kanker Payudara yaitu disarankan menggunakan produk organik jika anda tidak bisa menghindarinya maka cucilah produk non-organik secara benar.

  1. Berpikir positif dan tidak merokok

Terlibat dalam perilaku menyenangkan diri secara teratur. Mengembangkan hubungan hangat dan saling menguntungkan dengan keluarga dan teman-teman. Dapatkan tidur yang cukup (7-8 jam per malam). Penelitian menunjukkan bahwa merokok jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara pada beberapa wanita. Jika ingin menurunkan risiko terkena kanker payudara Cara Mencegah Kanker Payudara yang baik adalah tidak merokok baik kaum wanita maupun pria, jika sudah terlanjur Anda adalah perokok aktif maka disarankan berhentiah dari sekarang.

  1. Menyusui

Menyusui bayi Anda hingga waktu yang tepat. Wanita yang menyusui bayi mereka setidaknya selama satu tahun secara total mengalami penurunan risiko terkena kanker payudara. Cara Mencegah Kanker Payudara yang baik adalah jika Anda seorang ibu yang sedang menyusui buah hati Anda maka disarankan menyusuinya dengan waktu yang tepat.

 

 

Cara Mencegah Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Risiko Kanker Payudara

Faktor Risiko Kanker Payudara

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang mematikan di dunia. Kanker payudara sering diderita oleh kaum wanita, meskipun terdapat juga kasus pada kaum pria. Minimnya pengetahuan tentang penyakit ini menyebabkan penderita baru menyadari jika dirinya terkena kanker payudara setelah stadium terminal. Jika sudah demikian, maka pengobatannya juga semakin sulit dilakukan dan semakin mahal pula biaya yang harus dikeluarkan oleh penderita.

Sebelum terlanjur, sebaiknya Anda mengetahui tentang apa saja yang menjadi risiko wanita terkena kanker payudara. Yang jelas, pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. Berikut ini Faktor Risiko Kanker Payudara pada wanita yang saya rangkum dari beberapa sumber:

Faktor Risiko Kanker Payudara

Faktor Risiko Kanker Payudara

  1. Usia

Faktor Risiko Kanker Payudara meningkat bergantung pada usia seorang wanita. Di AS, 1 dari 227 wanita berusia sekitar 30 tahun didiagnosis dengan kanker payudara, sementara untuk wanita berusia di atas 70 tahun jumlahnya meningkat menjadi 1 dari 26 wanita.

  1. Riwayat kanker payudara

Seorang wanita lebih mungkin didiagnosis kanker payudara jika ia sudah pernah terkena penyakit tersebut sebelumnya. Sebab jika seorang wanita pernah terkena kanker di salah satu payudaranya, maka tinggi kemungkinannya kanker tersebut juga bisa menyebar ke payudaranya yang lain.

  1. Riwayat keluarga

Faktor Risiko Kanker Payudara akan meningkat jika seorang wanita memiliki ibu, saudara wanita atau anak yang sebelumnya telah didiagnosis dengan penyakit ini. Risiko ini juga akan semakin meningkat jika jumlah anggota keluarga yang didiagnosis lebih dari 1 orang.

  1. Mutasi genetik

Wanita dengan mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2 sekitar 5 kali lebih mungkin didiagnosis dengan kanker payudara. Namun meskipun demikian, kurang dari 1 persen dari wanita memiliki mutasi ini.

  1. Memiliki jaringan payudara padat

Faktor Risiko Kanker Payudara pada seorang wanita akan meningkat jika ia memiliki jaringan payudara yang lebih padat.

  1. Adanya perubahan payudara non-kanker

Perubahan payudara non-kanker seperti hiperplasia atipikal (peningkatan jaringan payudara abnormal), karsinoma duktal in situ (sel-sel abnormal pada lapidan payudara) dan lobular karsinoma in situ (sel-sel abnormal dalam kelenjar penghasil susu), diketahui meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.

  1. Periode haid lebih awal

Wanita yang memiliki periode haid pertama kali pada usia di bawah 12 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

  1. Usia kehamilan

Faktor Risiko Kanker Payudara seorang wanita meningkat jika ia hamil pada usia di atas 30 tahun atau tidak memiliki anak sama sekali. Sebaliknya, risiko ini akan berkurang jika ia hamil dan memiliki anak pada usia sekitar 20 tahun.

  1. Usia menopause

Wanita yang mengalami menopause setelah berusia 55 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

  1. Terapi hormon

Terapi hormon seperti mengonsumsi asupan estrogen dan progestin suplemen selama lebih dari 5 tahun dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Payudara pada seorang wanita.

  1. Paparan radiasi di dada

Faktor Risiko Kanker Payudara seorang wanita akan meningkat jika ia sering terapi radiasi ke dada, terutama selama masa pubertas.

  1. Kurang aktivitas fisik

Wanita yang tidak aktif secara fisik dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Payudara pada wanita, apa lagi jika wanita tersebut mempunyai berat badan berlebihan. Oleh sebab itu, biasakan untuk berolahraga teratur untuk membantu menurunkan risikonya.

  1. Konsumsi alkohol

Mengkonsumsi minuman beralkohol lebih dari 1 gelas per hari akan meningkatkan Faktor Risiko Kanker Payudara pada seorang wanita.

  1. Konsumsi obat DES

Seorang wanita yang mengkonsumsi obat DES (diethylstilbestrol) selama kehamilan untuk mencegah keguguran dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Payudara.

  1. Aktivitas menyusui

Menyusui sangat bermanfaat tak hanya bagi bayi, tetapi juga bagi para ibu. Diketahui menyusui dapat menurunkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker payudara.

  1. Ras

Di Amerika Serikat, wanita berkulit putih memiliki jumlah penyandang kanker payudara tertinggi. Meskipun demikian, ras Afrika-Amerika justru lebih berisiko meninggal akibat kanker payudara karena lebih lama didiagnosis, sehingga pengobatannya pun terlambat.

  1. Kerja shif malam

Sumber dari Daily Mail menyebutkan bahwa wanita yang bekerja shift malam selama 30 tahun dua kali lebih mungkin untuk Faktor Risiko Kanker Payudara, menurut penelitian. Cahaya buatan di malam hari dapat menghambat produksi melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal di otak antara pukul 08.00 dan 09.00. Melatonin ialah hormon yang menentukan siklus pengatur pola tidur dan membantu menekan tumor. Melatonin yang rendah pada orang terkena cahaya di malam hari menyebabkan over produksi hormon esterogen, sehingga memicu kanker.

  1. Wanita obesitas

Sumber dari Okezone menyebutkan bahwa kadar lemak tubuh wanita dapat meningkatkan kadar estrogen dan Faktor Risiko Kanker Payudara. Selain itu, wanita yang sudah menopause dan obesitas sangat berisiko untuk perkembangan sel-sel tumor pada payudara.

  1. Penggunaan pil KB

Sumber dari Livestrong menyebut The Mayo Clinic dan American Cancer Society menjelaskan bahwa penggunaan pil KB dapat meningkatkan wanita terkena Faktor Risiko Kanker Payudara. Sementara itu, risiko ini akan menurun secara otomatis bila penggunaan pil KB berhenti.

  1. Aborsi

Sumber dari Bold Sky menyebutkan bahwa aborsi meningkatkan risiko kanker payudara. Saat wanita hamil, produksi estrogen akan meningkat. Peningkatan estrogen ini akan memicu pertumbuhan payudara. Kemudian akan terjadi proses laktasi dan pembentukan susu. Jika wanita hamil melakukan aborsi saat perkembangan janin sudah dimulai, maka peningkatan risiko kanker akan makin tinggi.

 

 

Faktor Risiko Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala kanker payudara

Gejala kanker payudara

 

Gejala kanker payudara – Kanker payudara memiliki gejala yang khas dan dapat diketahui dengan jelas dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Berikut adalah gejala-gejala yang timbul apabila seseorang menderita kanker payudara :

Gejala kanker payudaraGejala kanker payudara

  1. Tektur berubah

Salah satu Gejala kanker payudara adalah berubahnya tekstur payudara itu sendiri. Maka dari itu, anda sebagai pemilik payudara harus melakukan pemeriksaan terhadap payudara anda sendiri, apakah terjadi perubahan bentuk atau tidak.

  1. Terdapat benjolan

Munculnya benjolan pada payudara merupakan Gejala kanker payudara yang umum yang perlu anda waspadai. Benjolan pada payudara tidak selalu menjadi indikator seseorang terjangkit kanker payudara, pasalnya tanpa adanya benjolan pada payudara pun, seseorang bisa dikatakan menderita kanker payudara. Meskipun begitu, benjolan pada payudara tetap harus anda waspadai.

  1. Keluar cairan kuning

Gejala kanker payudara pada penderita kanker payudara, jika putingnya ditekan akan keluar cairan berwarna kuning seperti nanah. Maka dari itu, cobalah tekan puting anda dengan lembut dan periksa, apakah keluar cairan atau tidak.

  1. Benjolan di ketiak

Terdapat benjolan dibawah ketiak merupakan salah satu Gejala kanker payudara yang paling umum. Segeralah melakukan pemeriksaan kesehatan, jika memungkinkan lakukan pemeriksaan USG.

  1. Warna berubah

Selain adanya benjolan dan perubahan bentuk pada payudara, Gejala kanker payudara lainnya adalah berubahnya warna payudara itu sendiri. Periksa payudara anda di depan cermin, dan lihat apakah warna payudara anda berubah atau tidak.

  1. Bentuk puting berubah

Periksa payudara anda, apakah ada perubahan pada puting payudara anda seperti rasa gatal, seakan terbakar dan puting seperti tertarik ke dalam. Karena hal tersebut merupakan salah satu Gejala kanker payudara seseorang yang menderita kanker payudara.

  1. Keluar darah

Keluarnya darah dari puting juga termasuk Gejala kanker payudara yang perlu diperhatikan. Hal ini harus anda waspadai, karena tidaklah normal jika puting anda mengeluarkan cairan seperti darah apabila tidak dalam kondisi hamil atau menyusui.

  1. Terdapat lesung

Seperti yang kita tahu bahwa kanker payudara tidak selalu ditandai dengan adanya benjolan pada payudara. Pasalnya, terdapat cekungan seperti lesung pipi pada payudara juga merupakan Gejala kanker payudara pada seseorang yang menderita kanker payudara.

Dalam hal ini, sangat disarankan bagi anda untuk melakukan pemeriksaan USG guna memastikan ada tidaknya kanker pada payudara anda. Selain itu, ada beberapa Gejala kanker payudara yang lainnya yang perlu anda waspadai seperti :

  • Gejala kanker payudara yang lain sebagian area payudara membengkak dan berwarna merah
  • Gejala kanker payudara timbulnya kerutan kecil seperti kulit jeruk pada area payudara
  • Gejala kanker payudara ditandai dengan jika puting ditarik, putik tidak segera kembali ke bentuk normal melainkan mengendur
  • Gejala kanker payudara timbul rasa sakit setelah puting ditarik
  • Gejala kanker payudara adanya pembengkakan di area ketiak

Gejala kanker payudara

Jenis-jenis kanker payudara

Pada umumnya kanker dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni kanker jinak atau disebut juga sebagai tumor dan kanker ganas atau kanker itu sendiri.

Kanker jinak atau tumor adalah kumpulan sel yang merupakan hasil pembelahan abnormal pada suatu jaringan yang menetap di dalam suatu area organ tubuh. Tumor tidak berpindah tempat atau menyebar ke organ lain, terlebih lagi tumor bisa dengan mudah ditangani lewat tindakan medis.

Kanker ganas atau kanker payudara adalah sekelompok sel yang tumbuh secara tidak terkendali dalam jaringan dan berpotensi menyebar sekaligus berpindah pada organ lain.

Sel kanker dapat dengan mudah masuk ke dalam saluran darah dan menempel di organ  lain. Proses menyebarnya sel kanker disebut dengan metastatis. Penyakit kanker sulit untuk diobati karena apabila kumpulan sel ini diangkat dari dalam tubuh, maka tidak menutup kemungkinan sel yang sudah menyebar dapat tumbuh dan kembali menjangkiti organ tubuh yang lain.

 

Bagaimana cara mendeteksi Gejala kanker payudara ?

Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mendeteksi Gejala kanker payudara, diantaranya :

  1. Melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)

Cara mendeteksi Gejala kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri dapat dilakukan dengan mudah di rumah. Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengetahui apakah ada kelainan pada payudara anda :

  • Berdirilah di depan cermin dengan melepaskan pakaian anda
  • Amati jika terdapat perubahan fisik pada payudara anda
  • Angkat satu tangan ke atas dan rabalah bagian payudara dengan seksama
  • Perhatikan dengan benar, jika anda menemukan benjolan sebaiknya lakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat

Cara ini juga bisa dilakukan saat mandi dengan menggunakan sabun. Sabun membuat permukaan payudara lebih licin, sehingga jika ada benjolan dalam payudara, akan lebih mudah untuk mengetahuinya.

  1. Mammogram

Mammogram adalah Cara mendeteksi Gejala kanker payudara apakah benar terdapat benjolan dalam payudara dengan menggunakan sinar X. Mammogram hanya dapat mendeteksi adanya benjolan dan tidak dapat memastikan apakah benjolan tersebut merupakan sel kanker. Untuk mengetahui apakah sel tersebut merupakan sel kanker perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Ultrasound

Metode Ultrasound atau yang juga dikenal dengan USG dapat digunakan untuk mendeteksi Gejala kanker payudara adanya benjolan pada payudara. Jika benjolan/ kista yang ditemukan berukuran kecil, maka dapat dilakukan Fine Needle Aspiration (FNA) untuk memeriksa dan mengangkat kista tersebut.

Namun apabila ditemukan kista berukuran sedang atau besar dan padat serta berpotensi menimbulkan kanker, maka konsultasikan dengan dokter apa yang sebaiknya dilakukan. Biasanya dokter akan menyarankan operasi pengangkatan payudara sebagian (lumpectomy) atau pengangkatan payuda total (mastectomy).

 

Pencegahan kanker payudara

Meskipun belum ada fakta atau bukti ilmiah yang pasti tentang cara mencegah kanker payudara, beberapa tindakan preventif berikut ini bisa dilakukan untuk mengendalikan faktor resiko penyebab kanker payudara :

  • Jauhi rokok

Rokok mengandung banyak partikel kimia yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan sel. Tidak hanya menghindari kegiatan merokok, menjauhi asap rokok adalah salah satu cara untuk mengurangi resiko kanker payudara.

  • Konsumsi serat

Banyak mengkonsumsi serat yang berasal dari sayur dan buah sangat bermanfaat untuk tubuh. Serat dan antioksidan yang terkandung dalam buah dan sayur dapat menangkal pengaruh radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh.

  • Menjaga berat badan

Salah satu kunci menjaga kesehatan adalah memiliki berat badan yang ideal. Berat badan dan indeks massa tubuh yang berlebih tidak hanya memicu resiko kanker tetapi penyakit degeneratif lainnya seperti diabetes, stroke dan penyakit jantung.

  • Hindari konsumsi alkohol

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa alkohol adalah salah satu faktor pemicu kanker payudara. Sebisa mungkin hindari konsumsi alkohol, terutama jika anda terbiasa meminumnya. Jika anda tidak dapat menghentikan kebiasan minum secara total, lakukan perlahan-lahan dengan mengurangi takaran alkohol setiap harinya.

  • Olahraga teratur

Olahraga teratur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjadikan tubuh anda lebih sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit. Olahraga juga dapat membakar sel lemak sehingga mengurangi kadar estrogen yang dihasilkan dalam tubuh.

  • Konsumsi vitamin

Vitamin juga berperan penting dalam meningkatkan fungsi tubuh, menjaga kekebalan dan membantu proses pemulihan. Konsumsi vitamin C dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk menangkal radikal bebas dan mengurangi efek kerusakan yang ditimbulkannya.

  • lakukan tes mammogram

Jika pemeriksaan payudara sendiri dirasa belum cukup, anda bisa berkujung di fasilitas kesehatan setempat untuk mendapatkan tes mammogram yang hasilnya lebih akurat.

  • Pemeriksan payudara sendiri (SADARI)

Untuk mengetahui adanya perubahan fisik terutama pada payudara sebaiknya lakukan pemeriksaan pada tubuh dengan menggunakan tangan anda sendiri. Pemeriksaan ini efektif untuk mengetahui gejala awal kanker payudara, sehingga jika ditemukan sesuatu yang tidak semestinya anda bisa langsung melakukan pemeriksaan medis dan mendapat penanganan yang lebih cepat.

Menjaga kondisi kesehatan tubuh adalah cara terbaik untuk mencegah kanker payudara. Hindari faktor resiko yang dapat memicu kanker dan mulailah hidup sehat dengan mengatur pola makan, istirahat yang cukup dan olahraga teratur.

 

Gejala kanker payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Penyebab Kanker Payudara

Faktor Penyebab Kanker Payudara

 

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang menyerang organ payudara, dimana sel dalam payudara membelah dan tumbuh diluar kendali. Kanker ini merupakan salah alah satu jenis kanker yang paling banyak diderita oleh masyarakat, khususnya wanita. Wanita beresiko besar terkena kanker payudara, akan tetapi tidak menghilangkan kemungkinan bahwa pria juga dapat terserang kanker payudara.

Kanker payudara sulit untuk disembuhkan dan kemungkinan penderita untuk sembuh sangat kecil, sehingga wajar jika kanker payudara ditakuti oleh masyarakat. Meskipun demikian tidak berarti bahwa kanker payudara tidak dapat disembuhkan sama sekali.

Jumlah penderita kanker bertambah setiap tahunnya dan angka prevalensi kanker pada setiap gender berbeda. Berikut data dari Globocan 2012 mengenai jenis-jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita :

Faktor Penyebab Kanker Payudara

Seperti yang anda lihat pada diagram diatas bahwa kanker payudara menempati posisi pertama dengan persentase kasus 43,1% dan persentase kematian 12,9%. Hal ini menunjukkan bahwa kanker payudara merupakan momok yang paling menakutkan bagi kaum wanita.

 

Faktor Penyebab Kanker Payudara

Ada banyak Faktor Penyebab Kanker Payudara yang diduga dapat memicu tumbuhnya sel kanker payudara. Faktor-faktor tersebut digolongkan menjadi dua faktor utama, yakni Faktor Penyebab Kanker Payudara yang tidak dapat dikendalikan dan Faktor Penyebab Kanker Payudara yang dapat dikendalikan. Berikut adalah faktor-faktor resiko penyebab kanker payudara dan penjelasannya :

 

  • Faktor Penyebab Kanker Payudara yang tidak dapat dikendalikan

Faktor Penyebab Kanker Payudara yang tidak dapat dikendalikan adalah faktor resiko yang merupakan bawaan sejak lahir dan Faktor Penyebab Kanker Payudara yang tidak dapat diubah seperti :

  1. Riwayat keluarga

Wanita yang memiliki anggota keluarga yang pernah menderita kanker payudara memiliki resiko yang lebih besar. Faktor Penyebab Kanker Payudara jika seorang wanita memiliki ibu, bibi atau saudara perempuan yang menderita kanker payudara, ia memiliki resiko 2 kali lipat menderita kanker payudara. Sementara resiko pada generasi selanjutnya, misalnya jika wanita tersebut memiliki anak, maka anak dari wanita tersebut memiliki resiko tiga kali lebih besar dari ibunya.

  1. Gender

Gender atau jenis kelamin adalah salah satu Faktor Penyebab Kanker Payudara. Wanita beresiko 100 kali lebih besar menderita kanker payudara dibanding laki-laki. Hal ini disebabkan karena pada wanita, payudara lebih berkembang dan memiliki lebih banyak jaringan didalamnya dibandingkan pria.

Jaringan dalam payudara pria tidak mengalami pertumbuhan sebagaimana payudara wanita. Selain itu pria tidak memiliki kadar estrogen dan progesteron yang tinggi seperti pada wanita. Kedua hormon ini adalah salah satu pemicu kanker payudara.

  1. Genetik

Sekitar 5% sampai 10% dari penderita kanker payudara disebabkan oleh faktor genetik. Tubuh manusia normal memiliki gen yang mengendalikan pertumbuhan tumor yang disebut Gen BRCA1 dan BRCA2. Apabila gen ini rusak atau bermutasi, maka pertumbuhan sel tidak dapat dikendalikan dan akhirnya timbul sel kanker.

  1. Usia

Wanita yang berusia lebih dari 55 tahun beresiko lebih besar terkena Faktor Penyebab Kanker Payudara. Hal ini disebabkan oleh kemampuan pengendalian sel dan fungsi organ tubuh yang sudah menurun sehingga menyebabkan sel tumbuh tidak terkendali. Dua dari tiga penderita kanker payudara adalah wanita diatas usia 55 tahun.

  1. Riwayat Individu

Wanita yang pernah menderita kanker payudara pada salah satu bagian payudaranya, misalnya payudara kanan, beresiko menjalarkan kanker payudara tersebut pada bagian lain tubuhnya yakni payudara sebelah kiri. Meskipun sel kankernya sudah diangkat dari dalam jaringan payudaranya, tetap saja wanita tersebut masih beresiko terserang kanker payudara.

 

  • Faktor Penyebab Kanker Payudara yang dapat dikendalikan

Yang dimaksud dengan Faktor Penyebab Kanker Payudara yang dapat dikendalikan adalah faktor resiko yang menyangkut pola dan gaya hidup seseorang. Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui Faktor Penyebab Kanker Payudara apa saja yang dapat dikendalikan untuk mencegah penyakit kanker payudara :

  1. Olahraga

Faktor Penyebab Kanker Payudara karena kurang berolahraga adalah satu faktor resiko yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Seseorang yang rutin berolahraga 4 jam sehari dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara sampai 14%.

  1. Makanan

“Kamu adalah apa yang kamu makan”, ungkapan ini menggambarkan bahwa seseorang bisa terkena penyakit disebabkan oleh  pola makan yang tidak sehat. Kurangnya konsumsi sayuran dan buah menyebabkan tubuh kekurangan antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas adalah senyawa yang berbahaya bagi tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan sel termasuk gen BRCA1 dan BRCA2.

  1. Alkohol

Pada dasarnya alkohol adalah senyawa kimia yang dapat menggangu proses dan fungsi organ tubuh. Wanita yang mengkonsumsi alkohol secara rutin beresiko 1 ½ kali lebih besar terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang bukan peminum.

  1. Radiasi

Meskipun jarang ditemukan, radiasi bisa menjadi salah satu Faktor Penyebab Kanker Payudara. Radiasi sinar X atau yang biasa kita kenal dengan rontgen memiliki kemampuan untuk memicu mutasi yang terjadi pada sel, akibatnya sel mengalami kerusakan dan kehilangan kemampuan untuk mengendalikan pembelahan dirinya.

  1. Merokok

Tidak diragukan lagi, merokok merupakan perilaku yang menyebabkan banyak penyakit termasuk kanker payudara. Rokok mengandung ratusan bahan kimia yang dapat merusak organ dan sel tubuh yang memicu perkembangan sel kanker.

  1. Berat badan

Kelebihan berat badan atau kegemukan bisa meningkatkan resiko terkena kanker. Hal ini disebabkan karena hormon estrogen yang merupakan pemicu kanker dihasilkan oleh sel lemak. Semakin banyak sel lemak yang ada dalam tubuh, semakin besar resiko kanker payudara yang dimilki.

 

Faktor Penyebab Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri-Ciri Kanker Payudara

Ciri-Ciri Kanker Payudara

Ciri-Ciri Kanker Payudara

Ciri-Ciri Kanker Payudara yang paling umum adalah adanya/timbulnya benjolan di sekitar payudara, bisa kecil, sedang, atau besar, dapat pula terasa mengganggu atau tidak.

  1. Ciri-Ciri Kanker Payudara Adanya Benjolan / Penebalan di Sekitar Payudara

Benjolan di sekitar payudara merupakan salah satu ciri atau tanda paling awal yang harus anda perhatikan. Sebagian wanita memiliki benjolan di daerah ketiak atau sekitar payudara sebagai tanda awal mereka telah terkena kanker payudara stadium awal.

Walau tidak 100 % benjolan ini menandakan bahwa anda terkena kanker, namun setidaknya anda harus waspada, mulai dari yang terasa kecil atau yang sudah mengganggu, sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter terkait.

Untuk membedakan mana benjolan yang kemungkinan besar adalah Ciri-Ciri Kanker Payudara dan mana yang tidak, berikut adalah beberapa karakteristiknya

Tanda Benjolan Yang Kemungkinan Kanker

  • Benjolan terasa keras
  • Benjolan ini tidak diskrit; tidak mudah dibedakan
  • Benjolan tetap di payudara; tidak bergerak
  • Hanya ada satu benjolan
  • Tidak ada benjolan yang sama di payudara sebelahnya
  • Kulit payudara berlesung pipit
  • Benjolan disertai dengan keluarnya cairan

Benjolan Yang Kemungkinan Kecil Menjadi Kanker

  • Benjolan lunak
  • Benjolan diskrit; mudah dibedakan
  • Benjolan bergerak di payudara
  • Ada beberapa benjolan payudara
  • Ada benjolan di payudara sebelahnya.
  • Benjolan menghilang setelah siklus menstruasi

Selain benjolan, penebalan payudara di bawah ketiak juga wajib anda waspadai dan segera konsultasi di dokter terkait jika anda merasakan Ciri-Ciri Kanker Payudara ini.

 

  1. Ciri-Ciri Kanker Payudara Adanya Perubahan Ukuran dan Bentuk Payudara

Ciri-Ciri Kanker Payudara – Bentuk dan ukuran jika anda melihat ada keanehan dalam salah satu bentuk payudara anda maka anda harus khawatir karena ini merupakan tanda umum kedua yang paling sering terjadi. Tidak hanya bentuk, ukuran payudara juga menjadi tanda yang umum.

  • Perubahan Ukuran

Dari yang sebelumnya besar, 34 hanya menjadi 32 (Contoh dalam ukuran bh )

  • Perubahan Bentuk

Dari yang sebelumnya mancung, sekarang menjadi tengkulai ke bawah.

Ciri-Ciri Kanker Payudara yang kedua ini, perubahan ukuran dan bentuk ini dapat terjadi pada salah satu payudara, atau kedua-duanya. Jadi ada baiknya jika anda memperhatikan salah satu berubah, atau keduanya berubah dalam hal bentuk dan ukuran anda dapat berkonsultasi lebih lanjut pada dokter terkait.

 

  1. Ciri-Ciri Kanker Payudara Terdapat Kerutan di Sekitar Payudara

Ciri-Ciri Kanker Payudara yang ditandai dengan kerutan biasanya dialami oleh orang yang sudah tua, namun tidak halnya jika anda mengalami atau terkena gejala awal kanker payudara, kerutan mungkin saja terdapat di bagian tertentu di payudara anda.

  • Kulit payudara normal

Kulit payudara normal tidak memiliki kerutan, cenderung halus dan permukaan yang rata (kecuali di daerah puting)

  • Kerutan Tanda Kanker Payudara

Kerutan tanda kanker payudara ini dapat anda rasakan dengan tangan perbedaannya, permukan kasar dan spesifik di daerah tertentu pada kulit payudara.

Biasanya kerutan ini akan berwarna sedikit hitam dan tidak terlalu besar lingkupnya.

 

  1. Ciri-Ciri Kanker Payudara Keluarnya Cairan Dari Puting Secara Tiba Tiba

Ciri-Ciri Kanker Payudara bisa ditandai dengan keluar cairan dari puting ketika tanpa sebab yang jelas (tidak sedang menyusui) tiba-tiba keluar cairan dari puting, maka ini adalah salah satu gejala anda terkena kanker payudara.

  • Cairan putih/bening

Cairan yang keluar dari puting ini dapat berwarna putih dan bening, agak kental atau encer.

  • Cairan Darah/Kecoklatan

Jika puting mengeluarkan cairan coklat atau bahkan berupa cairan berwarna merah darah, ini sudah tahap kronis dimana anda harus segera berkonsultasi ke dokter. Kemungkinan besar anda mengalami gejala awal kanker payudara.

Namun secara garis besar, apapun cairan yang keluar dari puting tanpa sebab yang jelas sebaiknya anda beri perhatian khusus, periksa ke dokter.

 

  1. Ciri-Ciri Kanker Payudara Adanya Nyeri Tidak Kunjung Hilang Di Bagian Tertentu Payudara

Ciri-Ciri Kanker Payudara – Nyeri Payudara mungkin saja terasa nyeri ketika anda mengalami menstruasi ataupun ketika sedang hamil. Namun tentu rasa nyeri tersebut dapat hilang seiring dengan selesainya siklus yang anda lalui.

Lalu bagaimana jika rasa nyeri tersebut tidak kunjung hilang? Jika tidak kunjung hilang coba teliti lagi apakah bagian yang nyeri tersebut terletak pada posisi yang sama atau tidak ? jika pada bagian yang sama maka akan semakin besar kemungkinan bahwa itu merupakan gejala kanker payudara yang harus anda waspadai.

Apa yang harus dilakukan pada nyeri tersebut?

  • Jangan di pencet atau ditempelkan dengan ’minyak’ pereda nyeri
  • Segera konsultasikan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
  • Jangan dibiarkan terlalu lama, karena akan sangat berbahaya

 

  1. Ciri-Ciri Kanker Payudara Nampak Kemerahan dan Bengkak pada Payudara

Ciri-Ciri Kanker Payudara – Jika anda mengalami perubahan drastis dari warna kulit sekitar payudara seperti memerah, bengkak, atau terlihat gelap di salah satu sisi dan bagian tertentu pada payudara anda, maka sebaiknya anda mulai berkonsultasi pada dokter spesialis terkait.

  • Kemerahan

Amati kulit sekitar payudara anda, lihat apakah ada warna aneh di bagian bawah, atas, atau samping. Tanda merah ini biasanya akan membawa kehangatan jika di sentuh. Seperti orang pada saat demam, namun hanya pada daerah tersebut saja.

  • Bengkak

Selain benjolan ada juga bengkak yang lunak, tidak seperti benjolan yang keras bengkak ini cenderung lebih lunak sifatnya.

 

  1. Ciri-Ciri Kanker Payudara Adanya Puting Masuk Ke Dalam

Ciri-Ciri Kanker Payudara – Puting masuk ke dalam puting susu biasanya akan timbul, kalau pun sedang mengecil setidaknya dia akan sejajar dengan kulit. Namun keanehan harus anda perhatikan ketika ia telah menukik ke dalam dan tidak sewajarnya.

Apakah puting susu saja ?

Tidak. Semua bagian di payudara yang menukik di dalam harus anda waspadai sebagai gejala kanker payudara yang patut dilakukan pengecekan lebih lanjut agar tidak menjadi lebih bahaya. Puting susu yang ‘bersembunyi’ di dalam dapat terjadi di hanya salah satu bagian saja atau di kedua bagian sekaligus. Ingat!! Tidak hanya puting susu, bagian lain selain puting juga dapat menukik ke dalam yang tandanya harus anda perhatikan agar tidak berdampak kronis.

 

  1. Ciri-Ciri Kanker Payudara Gatal, Bersisik Sakit, dan Ruam di Puting Susu

Ciri-Ciri Kanker Payudara – Gatal, Bersisik, Ruam Faktor lain yang dapat menjadi Ciri-Ciri Kanker Payudara adalah timbulnya gatal yang tidak terduga di sekitar daerah payudara. Gatal ini dapat terjadi dalam skala kecil dan tidak terlalu mengganggu sampai yang cukup mengganggu karena sulit hilang serta intensitasnya sudah sangat tinggi.

  • Bersisik

Di kulit payudara juga timbul semacam sisik yang cukup mengganggu karena sakit jika di kelupas atau di pegang. Bersisik pada bagian kulit mana pun tentu harus mendapat treatment yang lebih karena sewajarnya kulit manusia tidak akan bersisik, terlebih jika terjadi di daerah payudara.

  • Ruam

Khusus untuk ruam hanya terjadi di sekitar puting susu, jika terjadi ruam, sebaiknya berkonsultasi di dokter terkait.

 

Gejala Lanjut Kanker Payudara

Ciri-Ciri Kanker Payudara di atas merupakan gejala awal kanker payudara, namun tentu jika kanker sudah menyebar tentu tidak hanya memberikan efek pada fisik di sekitar payudara tersebut. Berikut adalah tanda dan efek kanker payudara yang terlambat diketahui atau ketika kanker telah menyebar dan mempengaruhi bagian lain di tubuh kita.

  • Nyeri tulang
  • Mual
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Penyakit kuning
  • Penumpukan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura)
  • Sesak napas
  • Sakit kepala hebat dan tidak lekas sembuh
  • Batuk
  • Penglihatan ganda
  • Kelemahan otot

Setelah mengetahui Ciri-Ciri Kanker Payudara, ada baiknya anda berkonsultasi ke dokter terkait untuk menemukan solusi atas tanda yang anda alami.

 

Diagnosis Kanker Payudara

Ada beberapa diagnosis kanker payudara yang dapat dilakukan oleh para medis yaitu :

  1. Mammogram

Adalah cara paling ampuh untuk mendeteksi kanker payudara, mammogram adalah gambar x-ray dari payudara untuk mengetahui jaringan yang ada didalamnya.

  1. Biopsi

Tes biopsi digunakan untuk orang yang diduga menderita kanker payudara, tes ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil screening dan gejala yang mereka rasakan untuk mengetahui apakah ada kanker payudara atau tidak dan untuk menindaklanjutinya.

 

Ciri-Ciri Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Kanker Payudara

Pengobatan Kanker Payudara

 

Pengobatan Kanker Payudara

Pengobatan Kanker Payudara – Ada beberapa faktor yang jadi pertimbangan dokter sebelum memutuskan pengobatan yang terbaik, yaitu stadium serta tingkat perkembangan kanker, kondisi kesehatan menyeluruh dari penderita dan masa menopause. Pengobatan Kanker Payudara 

Kanker payudara yang terdeteksi melalui pemeriksaan rutin biasanya berada pada stadium awal. Kanker payudara primer (sel kanker pertama berawal dari sel payudara dan bukan hasil penyebaran sel kanker dari organ lain) umumnya bisa sembuh secara total jika didiagnosis dan diobati sejak dini. Pengobatan Kanker Payudara 

Sedangkan kanker yang terdeteksi akibat gejala fisik yang muncul mungkin sudah berada pada stadium lebih lanjut. Jika terdeteksi pada stadium lanjut dan setelah menyebar ke bagian lain tubuh, maka kanker payudara tidak bisa disembuhkan. Jenis pengobatan yang akan dianjurkan pun berbeda dan bertujuan untuk meringankan beban bagi penderitanya.

Jenis penanganan kanker payudara yang pertama biasanya adalah operasi. Jenis operasinya bervariasi tergantung jenis kanker payudara yang Anda derita. Proses operasi biasanya ditindaklanjuti dengan kemoterapi, radioterapi, atau perawatan biologis untuk beberapa kasus tertentu. Kemoterapi atau terapi hormon juga terkadang dapat menjadi langkah Pengobatan Kanker Payudara pertama.

Jika terdeteksi pada stadium lanjut setelah menyebar ke bagian lain tubuh, kanker payudara tidak bisa disembuhkan. Jenis pengobatan yang akan dianjurkan pun berbeda dan bertujuan untuk meringankan beban bagi penderitanya. Pengobatan Kanker Payudara 

 

  1. Pengobatan Kanker Payudara dengan Proses-Proses Operasi

Operasi untuk kanker payudara terbagi dua, yaitu operasi yang hanya mengangkat tumor dan operasi yang mengangkat payudara secara menyeluruh (mastektomi). Operasi plastik rekonstruksi biasanya dapat dilakukan langsung setelah mastektomi.

Untuk Pengobatan Kanker Payudara stadium awal, penelitian menunjukkan bahwa kombinasi operasi pengangkatan tumor dan radioterapi memiliki tingkat kesuksesan yang sama dengan mastektomi total.

 

  • Pengobatan Kanker Payudara Lumpektomi (operasi pengangkatan tumor)

Dalam lumpektomi, bentuk payudara akan dibiarkan seutuh mungkin. Operasi ini umumnya dianjurkan untuk tumor berukuran kecil dan meliputi pengangkatan tumor beserta sedikit jaringan sehat di sekitarnya. Pertimbangan dalam menentukan jumlah jaringan payudara yang akan diangkat meliputi kuantitas jaringan di sekitar tumor yang perlu diangkat, jenis, ukuran, lokasi tumor, dan ukuran payudara.

 

  • Pengobatan Kanker Payudara Mastektomi (pengangkatan payudara)

Proses Pengobatan Kanker Payudara dengan operasi ini adalah pengangkatan seluruh jaringan payudara, termasuk puting. Penderita dapat menjalani mastektomi bersamaan dengan biopsi noda limfa sentinel jika tidak ada indikasi penyebaran kanker pada kelenjar getah bening. Sebaliknya, penderita dianjurkan untuk menjalani proses pengangkatan kelenjar getah bening di ketiak jika kanker sudah menyebar ke bagian itu.

 

  • Pengobatan Kanker Payudara Operasi plastik rekonstruksi

Ini adalah Pengobatan Kanker Payudara dengan proses operasi untuk membuat payudara baru yang semirip mungkin dengan payudara satunya. Operasi plastik rekonstruksi bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu operasi rekonstruksi langsung yang bersamaan dengan mastektomi, dan operasi rekonstruksi berkala yang dilakukan beberapa waktu setelah mastektomi. Operasi pembuatan payudara baru ini bisa dilakukan dengan menggunakan implan payudara atau jaringan dari bagian tubuh lain.

 

  1. Pengobatan Kanker Payudara dengan Langkah Kemoterapi

Pengobatan Kanker Payudara dengan kemoterapi umumnya ada dua jenis, yaitu kemoterapi setelah operasi untuk menghancurkan sel-sel kanker dan sebelum operasi yang berguna mengecilkan tumor. Jenis dan kombinasi obat-obatan antikanker yang digunakan akan ditentukan oleh dokter berdasarkan jenis kanker dan tingkat penyebarannya.

Efek samping kemoterapi umumnya akan memengaruhi sel-sel sehat. Karena itu, pencegahan atau pengendalian sebagian efek samping akan ditangani dengan obat-obatan lain oleh dokter. Beberapa efek samping dari kemoterapi meliputi hilangnya nafsu makan, mual, muntah, sariawan atau sensasi perih dalam mulut, rentan terhadap infeksi, kelelahan, serta rambut rontok.

Kemoterapi juga bisa menghambat produksi hormon estrogen tubuh. Penderita yang belum mengalami menopause akan mengalami menstruasi yang terhenti selama kemoterapi. Siklus ini seharusnya akan kembali setelah pengobatan selesai. Namun, menopause dini juga mungkin bisa terjadi pada wanita yang berusia di atas 40 tahun karena mereka mendekati usia rata-rata menopause.

Jika bagian tubuh lainnya sudah terkena penyebaran kanker payudara, kemoterapi tidak akan bisa menyembuhkan kanker. Tetapi kemoterapi dapat mengecilkan tumor, meringankan gejala-gejala, dan memperpanjang usia.

 

  1. Pengobatan Kanker Payudara dengan Langkah Radioterapi

Radioterapi adalah proses terapi untuk memusnahkan sisa-sisa sel-sel kanker dengan dosis radiasi yang terkendali. Proses ini biasanya diberikan sekitar satu bulan setelah operasi dan kemoterapi agar kondisi tubuh dapat pulih terlebih dulu. Tetapi tidak semua penderita kanker payudara membutuhkannya. Pengobatan Kanker Payudara 

Sama seperti kemoterapi, prosedur ini juga memiliki efek samping, yaitu iritasi sehingga kulit payudara perih, merah, dan berair, warna kulit payudara menjadi lebih gelap, kelelahan berlebihan serta limfedema (kelebihan cairan yang muncul di lengan akibat tersumbatnya kelenjar getah bening di ketiak).

 

  1. Terapi Hormon Untuk Mengatasi Kanker Payudara

Khusus untuk kanker payudara yang pertumbuhannya dipicu estrogen atau progesteron alami (kanker positif reseptor-hormon), terapi hormon digunakan untuk menurunkan tingkatan kanker atau menghambat efek hormon tersebut. Langkah ini juga kadang dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor agar mudah diangkat, tapi umumnya diterapkan setelah operasi dan kemoterapi. Pengobatan Kanker Payudara 

Jika kondisinya kurang sehat, penderita tidak akan bisa menjalani operasi, kemoterapi, atau radioterapi. Karena itu, terapi hormon dapat menjadi alternatif sebagai proses Pengobatan Kanker Payudara tunggal. Durasi terapi hormon yang umumnya dianjurkan adalah maksimal lima tahun setelah operasi. Jenis terapi yang akan dijalani tergantung kepada usia, apakah Anda sudah menopause atau belum, tingkat perkembangan kanker, jenis hormon yang memicu kanker, dan jenis pengobatan lain yang dijalani.

Tamoksifen dan penghambat enzim aromatase adalah dua jenis obat yang biasanya digunakan dalam terapi hormon. Tamoksifen berfungsi untuk menghambat estrogen agar tidak mengikatkan diri pada sel-sel kanker.

Sedangkan penghambat enzim aromatase dianjurkan untuk penderita yang sudah mengalami menopause. Fungsinya adalah menghalangi kinerja aromatase, yaitu substansi yang membantu produksi estrogen dalam tubuh setelah menopause. Contoh obat ini dalam bentuk tablet yang tersedia dan diminum setiap hari adalah letrozol, eksemestan, dan anastrozol.

Tamoksifen dan penghambat enzim aromatase dapat menyebabkan beberapa efek samping yang mirip, antara lain sakit kepala, mual, muntah serta sensasi rasa panas, berkeringat, dan jantung berdebar (hot flushes). Tetapi, tamoksifen memiliki efek samping khusus, yaitu dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi pada penderita kanker payudara.

 

  1. Pengobatan Kanker Payudara dengan Langkah Ablasi Atau Supresi Ovarium

Pengobatan Kanker Payudara dengan cara ablasi atau supresi ovarium akan menghentikan kinerja ovarium untuk memproduksi estrogen. Ablasi sendiri bisa dilakukan dengan operasi atau radioterapi. Ablasi ovarium akan menghentikan kinerja ovarium secara permanen dan memicu menopause dini.

Supresi ovarium menggunakan Agonis Luteinising Hormone-Releasing Hormone (ALH-RH) yang bernama goserelin. Pemakaian obat ini akan menghentikan menstruasi untuk sementara. Menstruasi akan kembali normal setelah proses pemakaian selesai. Bagi penderita berusia mendekati usia menopause atau sekitar 45 tahun, menstruasi mereka mungkin akan berhenti secara permanen meski pemakaian goserelin sudah selesai.

Suntikan goserelin diberikan sebulan sekali. Efek samping obat ini menyerupai masa menopause seperti perasaan yang emosional, kesulitan tidur dan sensasi panas yang disertai dengan jantung yang berdebar-debar.

 

  1. Pengobatan Kanker Payudara dengan Terapi Biologis Dengan Trastuzumab

Pertumbuhan sebagian jenis kanker payudara yang dipicu oleh protein HER2 (human epidermal growth factor receptor 2) disebut positif HER2. Selain menghentikan efek HER2, terapi biologis juga membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel-sel kanker. Jika tingkat protein HER2 Anda tinggi dan Anda mampu menjalani terapi biologis, trastuzumab mungkin akan dianjurkan oleh dokter untuk Anda setelah kemoterapi.

Antibodi berfungsi memusnahkan sel-sel berbahaya seperti virus dan bakteri. Protein ini diproduksi secara alami oleh sistem kekebalan tubuh. Trastuzumab adalah Pengobatan Kanker Payudara jenis terapi biologis yang dikenal sebagai antibodi monoklonal. Obat ini akan menghambat HER2 sehingga sel-sel kanker akan mati.

Terapi ini tidak cocok untuk penderita dengan penyakit jantung seperti angina, hipertensi, atau penyakit katup jantung. Jika memang diharuskan menggunakan trastuzumab, penderita harus menjalani pemeriksaan jantung secara rutin. Efek samping lain dari trastuzumab adalah mual, sakit kepala, diare, sesak napas, menggigil, demam, serta rasa nyeri. Pengobatan Kanker Payudara 

 

 

Pengobatan Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Payudara Stadium 2

Kanker Payudara Stadium 2

Kanker Payudara Stadium 2

Ada 4 tingkatan yang dipakai oleh dokter untuk mendeskripsikan kondisi kanker payudara yang Anda alami. Tingkatan itu dimulai dari stadium 0 – 4.

Jika Anda sudah sampai pada Kanker Payudara Stadium 2, itu berarti sel-sel kanker telah berkembang, namun belum menyebar ke seluruh tubuh. Sel-sel ini hanya ada di payudara atau baru menyebar di kelenjar getah bening di dekat payudara. Kanker Payudara Stadium 2 terbagi menjadi 2 yaitu stadium 2A dan 2B

 

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala ini, maka Anda didiagnosis . Kanker Payudara Stadium 2A.

  • Dokter telah menemukan adanya tumor di payudara sebesar 2 cm atau lebih kecil. Sel-sel kanker juga sudah ditemukan di kelenjar getah bening yang berada di dekat tulang dada.
  • Tidak ada pembentukan tumor pada payudara. Namun, dokter telah mendeteksi keberadaan kanker pada tiga kelenjar getah bening yang berada di bawah lengan atau berdekatan dengan tulang dada. Kanker Payudara Stadium 2A juga bisa ditandai oleh kehadiran tumor pada payudara berukuran 2 cm hingga 5 cm. Namun, dokter belum menemukan adanya penyebaran kanker pada kelenjar getah bening.
  • Kanker Payudara Stadium 2A juga bisa ditandai oleh kehadiran tumor pada payudara berukuran 2 cm hingga 5 cm. Namun, dokter belum menemukan adanya penyebaran kanker pada kelenjar getah bening.

 

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala ini, maka Anda didiagnosis Kanker Payudara Stadium 2B.

  • Kanker Payudara Stadium 2. Ada tumor berukuran 2 cm hingga 5 cm, beserta sel-sel kanker yang tersebar pada satu atau tiga kelenjar getah bening yang berada di bawah lengan atau di dekat tulang dada.
  • Kanker Payudara Stadium 2. Dokter telah mendeteksi tumor berukuran melebihi 5 cm, tapi belum ada efek buruk menimpa kelenjar getah bening.
  • Kanker Payudara Stadium 2. Telah ditemukan adanya tumor berukuran 2 cm hingga 5 cm di payudara, serta sel-sel kanker yang telah berkelompok pada kelenjar getah bening. Ukuran kelompok sel-sel tersebut berkisar antara 0,02 mm dan 2 mm.

 

Segera Lakukan Hal ini ketika Kanker Payudara Stadium 2 Menyerang

Ada beberapa langkah medis yang mungkin bisa membantu mengatasi Kanker Payudara Stadium 2 yang Anda alami, dengan tujuan agar tidak berubah status ke stadium yang lebih parah. Anda mungkin membutuhkan kombinasi perawatan untuk terbebas dari penyakit serius ini.

 

Berikut beberapa langkah medis yang bisa Anda coba:

  • Opersai. Jika Kanker Payudara Stadium 2 yang Anda miliki masih tergolong kecil, Anda mungkin bisa menjalani operasi payudara konservasi atau lumpektomi. Operasi ini hanya mengangkat tumor dan beberapa jaringan yang ada di sekitarnya. Namun, jika tumor yang Anda miliki cukup besar, operasi mastektomi (pengangkatan payudara) mungkin diperlukan. Setelah prosedur mastektomi, Anda mungkin ingin melakukan operasi rekonstruksi Kanker Payudara Stadium 2.
  • Kemoterapi. Perawatan ini dapat dilakukan sebelum dan sesudah Anda menjalani operasi. Bila dilakukan sebelum operasi, kemoterapi bertujuan untuk mengecilkan ukuran tumor. Hal ini dilakukan untuk menghindari operasi pengangkatan payudara secara keseluruhan atau operasi mastektomi. Kemoterapi yang dilakukan setelah operasi berguna untuk membantu menghancurkan sel-sel kanker yang belum terangkat sepenuhnya.  Pada saat kemoterapi, obat-obatan berkekuatan super akan dimasukkan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah selama hitungan minggu atau bulan. Anda juga mungkin bisa mengonsumsi obat-obatan kemoterapi dalam bentuk pil.
  • Terapi radiasi. Terapi ini bisa membantu membasmi sel-sel kanker yang belum terangkat setelah operasi lumpektomi dilakukan. Terapi ini juga bisa dilakukan jika Anda menjalani operasi mastektomi, khususnya jika tumor yang Anda miliki tergolong besar atau Anda memiliki sel-sel kanker pada kelenjar getah bening.
  • Terapi hormon. Kanker dapat tumbuh ketika dirangsang oleh hormon. Jika Anda memiliki reseptor hormon kanker yang aktif, Anda mungkin bisa menjalani terapi hormon. Obat-obatan terapi hormon bisa mencegah tumor bersentuhan dengan hormon tersebut. Jika Anda belum mengalami menopause, Anda mungkin disarankan untuk melakukan pengangkatan ovarium untuk menghentikan produksi hormon, atau bisa juga mengonsumsi obat-obatan yang bisa mencegah ovarium melepas hormon.

Tetaplah tenang dan jangan putus asa ketika didiagnosis mengidap Kanker Payudara Stadium 2. Diperkirakan, kemungkinan hidup penderita Kanker Payudara Stadium 2 dalam kurun waktu 5 tahun sebesar 93 persen. Kemungkinan untuk hidup lama bisa lebih tinggi lagi, jika Anda menjalani pengobatan yang tepat.

 

 

Kanker Payudara Stadium 2

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Payudara Stadium 1

Kanker Payudara Stadium 1

Kanker Payudara Stadium 1

Kanker Payudara Stadium 1 merupakan kanker payudara stadium awal. Ini adalah kondisi di mana benjolan kanker pada payudara berukuran 2 cm atau lebih kecil. Benjolan ini masih belum menyebar ke kelenjar getah bening di bagian ketiak.

 

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang cukup menakutkan bagi seorang wanita, setelah kanker serviks. Sel kanker akan tumbuh dan menyerang jaringan payudara Anda, misalnya saluran keluar air susu, lobulus (pabrik penghasil air susu), bersama jaringan penunjang lainnya seperti jaringan lemak. Gaya hidup, hormonal, dan faktor lingkungan memang dicurigai sebagai penyebab dari kanker ini. Namun, tidak semua orang dengan gaya hidup yang hampir sama juga memiliki risiko untuk terkena Kanker Payudara Stadium 1. Sehingga masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

 

Meski begitu, ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan Anda terkena Kanker Payudara Stadium 1. Misalnya saja jika Anda berusia 50 tahun atau lebih, jika Anda memiliki keluarga dekat atau bahkan ibu yang terkena kanker ovarium atau kanker payudara, pernah muncul benjolan jinak pada payudara atau pernah didiagnosa terkena kanker payudara. Seharusnya, Kanker Payudara Stadium 1 bukan penyakit warisan. Namun, ada gen tertentu, yang disebut BRCA1 dan BRCA2, yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara. Gen ini diduga dapat diturunkan kepada generasi penerus.

 

Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 1 yang Perlu Anda Kenali

Memiliki risiko atau tidak, tentu tidak ada salahnya untuk mengenali ciri-ciri kanker payudara. TerutamaKanker Payudara Stadium 1. Agar jika sel kanker tersebut tumbuh, Anda tidak terlambat untuk mengobatinya. Berikut ini adalah ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 1 yang perlu Anda ketahui.

  • Munculnya benjolan di payudara

Benjolan di dalam payudara merupakan salah satu pertanda awal dari munculnya kanker payudara. Dan benjolan ini tidak selalu terasa sakit. Meski begitu, tidak semua benjolan yang muncul merupakan benjolan kanker payudara. Benjolan ini dapat teraba saat Anda melakukan pemeriksaan pribadi di rumah. Biasanya teraba saat Anda sedang menstruasi.

  • Warna kulit payudara Anda berubah

Perubahan warna ini terkadang disalahartikan dengan infeksi. Padahal, jika Anda tidak yakin dengan benjolan yang muncul di dalam payudara, perubahan warna kulit mungkin bisa membuat Anda lebih waspada. Pada tahap ini, kulit payudara akan menjadi kemerahan, seperti terjadi iritasi, tekstur kulit terasa seperti kulit jeruk, permukaan kulit area payudara yang terkena kanker tampak berlekuk-lekuk, dan terjadi penebalan kulit. Meski begitu, pada Kanker Payudara Stadium 1 tipe tertentu yang cukup jarang, perubahan warna tidak terjadi.

  • Puting terasa sakit

Ciri-ciri dari Kanker Payudara Stadium 1 lainnya adalah dengan munculnya perubahan pada bagian puting disertai rasa nyeri. Selain itu, ditandai dengan keluar cairan tidak normal dari puting atau puting melesak.

  • Muncul benjolan pada ketiak

Meski disebutKanker Payudara Stadium 1, bukan berarti benjolan pada di bawah ketiak yang Anda temui tidak ada hubungannya dengan kanker ini. Jaringan payudara meluas hingga di bawah ketiak. Itulah kenapa kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening di bawah ketiak.

 

Guna mengenali ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 1 di atas, cobalah untuk rajin melakukan SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri setiap bulan. Rajin melakukan SADARI juga dapat membantu Anda mengenali tekstur jaringan payudara Anda. Sehingga jika Anda merasakan ada sesuatu yang tidak biasa pada payudara (bukan perubahan tekstur payudara pada saat Pra menstruasi), Anda akan lebih menyadarinya.

 

Kanker Payudara Stadium 1 tidak kalah mematikannya dengan kanker serviks. Meski penyebab dari kanker ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut, tidak ada salahnya untuk lebih waspada terhadap penyakit ini. Anda tetap disarankan menjaga pola makan dan menjalani hidup sehat. Rajinlah melakukan SADARI. Dan jika Anda merasa berpotensi terkena kanker karena ibu atau kerabat Anda mengidap kanker, dan Anda merasa sangat khawatir, cobalah untuk mengonsultasikan hal ini kepada dokter.

 

Kanker Payudara Stadium 1

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Payudara Pada Pria

Kanker Payudara Pada Pria

Kanker Payudara Pada Pria

Kanker payudara tidak hanya terkena pada wanita, namun pria juga dapat terinfeksi kanker payudara. Walaupun persentasenya sangat kecil daripada wanita.  Karena pada pria juga jaringan payudara mengalami pertumbuhan, maka juga terinfeksi Kanker Payudara Pada Pria.

Penyebab Kanker Payudara Pada Pria

  • Adanya mutasi gen pada penderita Kanker Payudara Pada Pria
  • Memiliki kelainan genetic atau adanya factor keturunan kanker payudara
  • Payudara yang membesar secara tidak wajar pada pria
  • Membrane sel yang mengandung reseptor
  • esterogen
  • Pengkonsumsi rokok yang menyerang bagian lain dapat menyebar ke payudara

Metode Pendeteksian Kanker Payudara Pada Pria

Cara pengobatan Kanker Payudara Pada Pria secara medis, melalui beberapa pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan Kanker Payudara Pada Pria ini. Berikut ini beberapa diantaranya :

  • Pendeteksian SARARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)
  • Deteksi dengan USG dan mamografi, namun belum memungkinkan jika anda berada dinegara berkembang, karena pendeteksian ini baru ada di Negara maju
  • CBE (Clinical Breast Examination)

Ketika umur pria memasuki usia 60-70 tahun, ciri-ciri kanker payudara ini biasanya mulai menyerang. Pada usia tersebutlah, usia yang paling riskan untuk pertumbuhan sel kanker payudara. Walaupun persentase penderitanya sangat kecil, 1:1000 orang yang dapat terinfeksi kanker ini, namun kanker ini tetaplah menjadi hal yang mematikan. Untuk menegenalinya, ketahui ciri-ciri Kanker Payudara Pada Pria:

  1. Puting berdarah – Keluarnya cairan berwarna merah atau terkadang seperti susu dari puting susu. Cairan yang keluar pada puting ini, mengidentifikasi bahwa stadium kanker payudara sudah berada pada fase yang berbahaya.
  2. Rasa lelah dan lemah – Pertumbuhan sel kanker yang cepat mengganggu fungsi tubuh yang membuat tubuh menjadi cepat lelah dan terasa lemah serta bersamaan dengan rasa haus (dehidrasi)
  3. Terjadi penurunan berat badan – Fungsi tubuh yang mulai terganggu karena pertumbuhan sel kanker maka mengakibatkan asupan makanan yang dikonsumsi menjadi tidak maksimal yang mengakibatkan penderitanya mengalami kekurangan nafsu makan, sehingga berefek langsung terhadap berat badan.
  4. Fungsi Tubuh Terganggu – Sel kanker adalah sel-sel yang paling agresif yang menyerang tubuh manusia. Jika sel kanker ini begitu aktif, maka tidak mustahil bahwa sel kanker ini dapat menyerang kesehatan prostat dan hati pada pria. Ketika fungsi tubuh anda mulai terganggu, maka bisa terkena dampak pada kesehatan dan juga fungsi tubuh pengidapnya.
  5. Perubahan Tekstur Payudara – Terjadinya perubahan pada tekstur payudara, dimulai dengan kulit disekitar putting yang akan mulai bersisik, memerah yang disertai dengan rasa gatal serta mengkerut dan puting akan masuk ke dalam.

 

Cara Pengobatan Kanker Payudara Pada Pria Secara Alami

Baik pengobatan atau cara mencegah kanker payudara ini, dapat memanfaatkan tumbuhan obat kanker alamai yang sering hidup dipekarangan rumah. Berikut ini beberapa diantaranya :

  1. Kunyit / Temu Putih atau Kunir – Rasa yang pahit pada kunyit justru berkhasiat. Didalam kunyit terkandung Ribosome In Activing Protein (RIP) yang membantu ribosom untuk mengganggu protes sintesis protein. Dan RIP juga sangat penting untuk membantu penghambatan terhadap pertumbuhan sel-sel kanker. Kunyit berperan menangkal radikal bebas penyebab utama tumbuhnya sel kanker.
  1. Tapak Dara – Adanya komponen Vinblastine (VLB), Vincristine (VCR), Leurosine (VLR) Vincadioline, Leurosidine dan juga Catharanthine yang berfungsi sebagai antikanker.
  2. Daun Dewa – Flavonoid, Monoterpen dan Seskuitpen Lakton yang terkandung didalam daun dewa memiliki peran penting untuk menghambat pertumbuhan serta perkembangan dari sel Kanker Payudara Pada Pria. Serta dengan adanya sifat farmakologis yang terdapat dalam daun dewa dapat meringankan rasa sakit yang ditimbulkan karena penyebaran sel kanker.

 

Tips Pencegahan Kanker Payudara Pada Pria

Kanker Payudara Pada Pria adalah perkembangan sel yang terjadi secara tidak normal. Dengan banyaknya penyebab kanker payudara yang tanpa kita sadari ini, alangkah baiknya lakukan pendeteksian secara dini terhadap tubuh, hingga lebih baik cara penanganannya apabila masih dini. Semakin banyak sel kanker yang berkembang, maka semakin besar pula resiko yang dapat terjadi pada tubuh.

Selain itu, langkah pencegahan juga dapat dilakukan mulai dari sekarang. Berikut ini beberapa langkah pencegahan Kanker Payudara Pada Pria dan wanita :

Tips 1 : Berolahraga yang teratur

Kadar esterogen yang meningkat pada tubuh, menyebabkan tubuh menjadi rentan terinfeksi kanker payudara. Namun dengan dilakukkan olahraga secara teratur, maka akan menurunkan kadar esterogen tersebut.

Tips 2 : Menurunkan Lemak

Didalam tubuh terdapat lemak jahat (lemak jenuh) dan juga lemak baik (lemak tak jenuh), namun lemak jenuh yang banyak, harus diturunkan agar meminimalisir dari penyebaran sel Kanker Payudara Pada Pria.

Tips 3 : Hindari Konsumsi daging yang melewati batas masak

Daging yang terlalu lama dimasak, tidak baik dikonsumsi. Daging yang dikonsumsi dengan terlalu masak, baik itu karena dipanggang ataupun dimasak akan meningkatkan senyawa karsinogenik.

Tips 4 : Konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran

Didalam buah-buahan dan sayur-sayuran memiliki antioksidan yang tinggi yang baik untuk kesehatan, didalam keduanya juga terkandung serat yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Namun hindari mengkonsumsi buah-buahan ataupun sayur-sayuran yang banyak mengandung lemak.

Tips 5 : Hindari mengkonsumsi alkohol

Ketika anda mengkonsumsi alcohol, maka produksi esterogen pada darah akan meningkat, sehingga mudahnya sel-sel kanker menyerang.

Tips 6 : Hindari Strees

Strees yang berlebihan dapat mengakibatkan tubuh menjadi rentan terhadap penyakit, begitu juga terinfeksi Kanker Payudara Pada Pria.

 

Kanker Payudara Pada Pria

Posted in Uncategorized | Leave a comment