Jenis Pengobatan Kanker Payudara

Jenis Pengobatan Kanker Payudara

Jenis Pengobatan Kanker Payudara

Kanker payudara adalah kanker yang menyerang bagian payudara karena keganasan sel-sel jaringan payudara. Kanker jenis ini dapat terjadi bila sel-sel di organ payudara tumbuh dengan mekanisme abnormal. Sel-sel tersebut membelah diri lebih cepat dari sel normal dan berakumulasi, membentuk benjolan atau massa.

Risiko kanker payudara meningkat seiring usia, maka wanita berusia 50-70 tahun dianjurkan memeriksakan diri setiap tiga tahun sekali. Hingga kini, Kanker payudara sendiri masih belum jelas penyebabnya. Yang dapat dihindari adalah faktor risikonya. Faktor risiko dari kanker payudara sendiri itu multifaktorial. Kanker payudara dapat menyerang pria maupun wanita, karena pria pun memiliki jaringan payudara meskipun tidak sebesar milik wanita.

Jenis pengobatan kanker payudara bisa dilakukan dengan cara prosedur bedah, kemoterapi, radioterapi, atau terapi hormon. Pada sejumlah kasus, dua atau lebih prosedur dikombinasikan untuk mengobati kanker payudara. Pengobatan yang dipilih tergantung pada tipe, stadium, dan tingkat sel kanker.

 

  1. Bedah Lumpektomi

Bedah lumpektomi dilakukan untuk mengangkat tumor yang tidak terlalu besar beserta sebagian kecil jaringan sehat di sekitarnya. Jenis pengobatan kanker payudara ini umumnya diikuti radioterapi untuk mematikan sel kanker yang mungkin tertinggal di jaringan payudara. Pasien dengan tumor yang besar bisa menjalani kemoterapi terlebih dahulu untuk menyusutkan ukuran tumor, sehingga tumor bisa dihilangkan dengan lumpektomi.

 

  1. Bedah Mastektomi

Jenis pengobatan kanker payudara bedah yang lain adalah mastektomi, yaitu bedah yang dilakukan oleh dokter bedah onkologi untuk mengangkat seluruh jaringan di payudara. Mastektomi dilakukan jika pasien tidak bisa ditangani dengan lumpektomi.

 

  1. Bedah Pengangkatan Kelenjar Getah Bening

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah kanker sudah tersebar ke kelenjar getah bening di ketiak. Jenis pengobatan kanker payudara ini juga untuk menentukan stadium kanker yang dialami pasien. Pengangkatan kelenjar getah bening dapat dilakukan bersamaan dengan operasi pengangkatan tumor di payudara, atau dilakukan secara terpisah. Komplikasi yang timbul dari bedah untuk kanker payudara tergantung dari prosedur yang dilakukan. Secara umum, prosedur bedah bisa menyebabkan pendarahan, nyeri, dan pembengkakan lengan (limfedema). Dua jenis pembedahan untuk mengangkat kelenjar getah bening adalah:

  • Sentinel lymph node biopsy (SLNB). Dokter hanya mengangkat kelenjar getah bening di ketiak yang kemungkinan akan terlebih dulu terkena kanker.
  • Axillary lymph node dissection (ALND). Dokter mengangkat lebih dari 20 kelenjar getah bening di ketiak.

 

  1. Radioterapi

Jenis pengobatan kanker payudara lain bagi pasien kanker payudara adalah radioterapi atau terapi radiasi dengan menggunakan sinar berkekuatan tinggi, seperti sinar-X dan proton. Radioterapi bisa dilakukan dengan menembakkan sinar ke tubuh pasien menggunakan mesin (radioterapi eksternal), atau dengan menempatkan material radioaktif ke dalam tubuh pasien (brachytherapy). Radioterapi atau terapi radiasi pada kanker payudara dapat berlangsung selama 3 hari hingga 6 minggu, tergantung dari jenis terapi yang dilakukan. Radioterapi bisa menimbulkan komplikasi seperti kemerahan pada area yang disinari, serta payudara juga mungkin dapat menjadi keras dan membengkak.

 

  1. Terapi Hormon

Pada kasus kanker yang dipengaruhi hormon estrogen dan progesteron, dokter bisa menyarankan pasien menggunakan penghambat estrogen, seperti tamoxifen. Obat ini bisa diberikan pada pasien selama 5 tahun. Sedangkan obat penghambat aromatase, seperti anastrozole, letrozole, dan exemestane, diresepkan dokter untuk menghambat produksi hormon estrogen pada wanita yang telah melewati masa menopause. Pada wanita yang belum mencapai menopause, hormon pelepas gonadotropin, seperti goserelin, bisa digunakan untuk mengurangi kadar estrogen pada rahim. Pilihan lain adalah dengan mengangkat indung telur atau menghancurkannya dengan radioterapi agar hormon tidak terbentuk.

 

  1. Kemoterapi

Kemoterapi yang dilakukan setelah bedah (adjuvant chemotherapy), bertujuan untuk membunuh sel kanker yang mungkin tertinggal saat prosedur bedah, atau sel kanker sudah menyebar namun tidak terlihat meski dengan tes pemindaian. Sel kanker yang tertinggal tersebut bisa tumbuh dan membentuk tumor baru di organ lain. Sedangkan kemoterapi yang dilakukan sebelum bedah (neoadjuvant chemotherapy) bertujuan untuk menyusutkan ukuran tumor agar bisa diangkat dengan pembedahan. Kemoterapi jenis ini biasanya dilakukan untuk menangani kanker yang ukurannya terlalu besar untuk dibuang melalui operasi.

Efek samping yang timbul dari kemoterapi tergantung dari obat yang digunakan, namun umumnya pasien mengalami kerontokan rambut, infeksi, mual, dan muntah. Dalam beberapa kasus, kemoterapi bisa menyebabkan menopause yang terlalu dini, kerusakan saraf, kemandulan, serta kerusakan jantung dan hati. Meski sangat jarang terjadi, kemoterapi juga bisa menyebabkan kanker darah.

 

  1. Terapi Target

Jenis pengobatan kanker payudara lain untuk pasien kanker payudara adalah terapi target. Terapi ini menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker, tanpa merusak sel-sel yang sehat. Terapi target umumnya diterapkan pada kanker HER2 positif. Obat yang digunakan pada terapi target ditujukan untuk menghambat perkembangan protein HER2, yang membantu sel kanker tumbuh lebih agresif. Beberapa obat yang digunakan dalam terapi target adalah trastuzumab, pertuzumab, dan lapatinib. Obat-obat tersebut ada yang diberikan secara oral atau melalui suntikan, dan bisa digunakan untuk mengobati kanker stadium awal maupun stadium lanjut.

Efek samping yang mungkin muncul dari terapi target pada kanker HER2 positif bisa ringan atau berat, di antaranya kerusakan jantung yang bisa berkembang ke gagal jantung. Risiko gangguan jantung bisa meningkat jika obat terapi target dikombinasikan dengan kemoterapi. Efek samping lain yang mungkin timbul adalah pembengkakan pada tungkai, sesak napas, dan diare. Penting untuk diingat, obat ini tidak disarankan untuk mengobati kanker payudara pada wanita hamil, karena bisa menyebabkan keguguran.

 

 

 

 

Jenis Pengobatan Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Waktu Pemulihan Pengobatan Kanker Payudara

Waktu Pemulihan Pengobatan Kanker Payudara

Waktu Pemulihan Pengobatan Kanker Payudara

Bagi orang dengan kanker payudara, proses pengobatan adalah masa perjuangan di mana mereka harus ‘bertempur’ melawan penyakitnya. Tidak hanya itu, pemulihan pasca pengobatannya pun turut menjadi hal yang penting untuk dilakukan agar pasien cepat sembuh dan dapat kembali beraktivitas secara normal. Lantas, berapa lama waktu pemulihan pengobatan kanker payudara ? Berikut penjelasannya.

 

Berapa lama waktu pemulihan pengobatan kanker payudara ?

Waktu pemulihan pengobatan kanker payudara tergantung pada tingkat keparahan kanker dan jenis pengobatan yang dijalani, baik itu melalui operasi, kemoterapi, atau radiasi. Lama pemulihannya pun bisa bertambah kalau pasien harus menjalani perawatan tambahan pasca operasi karena kasus-kasus tertentu.

Oleh karena itu, diskusikan diagnosis penyakit Anda dengan ahli onkologi untuk mendapatkan informasi paling akurat tentang masa pengobatan dan pemulihan kanker payudara yang harus Anda jalani. Namun dalam banyak kasus, waktu pemulihan setelah pengobatan kanker payudara yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

 

 

  1. Prosedur operasi

Lumpektomi (7-14 hari pemulihan)

Lumpektomi adalah prosedur operasi pengangkatan kanker dengan mempertahankan jaringan tubuh yang sehat. Keuntungan dari prosedur ini adalah Anda dapat langsung pulang ke rumah di hari yang sama setelah operasi. Meski demikian, efek dari operasi lumpektomi menimbulkan adanya sayatan kecil pada tubuh sehingga Anda tidak dianjurkan untuk terburu-buru kembali bekerja.

Jika operasi ini membuat kelenjar getah bening Anda ikut terangkat, artinya proses pemulihan Anda memakan waktu lebih dari satu minggu. Maka itu, hindari aktivitas mengemudi, angkat berat, atau olahraga yang memberatkan.

 

Mastektomi (1-3 minggu pemulihan)

Mastektomi adalah operasi pengangkatan salah satu atau kedua payudara secara keseluruhan. Prosedur ini dapat dilakukan pada pasien stadium awal atau lanjut, tergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Prosedur medis ini termasuk jenis operasi rawat inap, jadi Anda akan tetap berada di rumah sakit selama satu atau dua hari setelah operasi. Tubuh Anda akan diberikan kateter atau selang khusus yang akan menampung darah dan cairan dari area operasi selama 5 sampai 7 hari untuk membantu penyembuhan. Pada beberapa kondisi, mastektomi dapat dilakukan dengan rekonstruksi payudara segera tapi hal ini tergantung pada kondisi dan keparahan kanker payudara masing-masing pasien.

 

Re-eksisi (3-7 hari pemulihan)

Re-eksisi adalah proses pengangkatan kembali sel-sel kanker yang masih ditemukan di sekitar payudara. Jika jaringan sel kanker masih tertinggal, dokter akan melakukan pengangkatan kanker payudara dengan ukuran yang lebih besar sehingga keseluruhan sel kanker dapat diangkat. Prosedur ini memerlukan waktu pemulihan sekitar 3 sampai 7 hari.

 

Rekonstruksi payudara (lama pemulihan bervariasi)

Rekonstruksi payudara adalah operasi untuk membentuk payudara setelah Anda melakukan mastektomi. Prosedur ini menggunakan implan payudara untuk membentuk payudara kembali. Lama pemulihan kanker payudara dengan metode ini tergantung pada kerumitan konstruksi yang dilakukan. Sebab ada beberapa jenis rekonstruksi yang melibatkan dua atau tiga prosedur bedah terpisah untuk memperbaiki struktur payudara baru, sehingga pemulihannya pun lebih lama.

 

  1. Kemoterapi

Waktu pemulihan pengobatan kanker payudara ini dibutuhkan bervariasi pada setiap pasien. Ingat, kemoterapi adalah pengobatan kanker yang akan memengaruhi seluruh tubuh Anda jadi akan cukup banyak efek samping yang mungkin terjadi.

Jika efek samping kemoterapi tergolong ringan, pasien kemungkinan dapat kembali ke aktivitas normal walaupun masih menjalani pengobatan. Sebaliknya, waktu pemulihan pengobatan kanker payudara bisa jadi lebih lama jika pasien merasakan efek samping yang cukup berat dan mengganggu. Oleh karena itu, pasien sebaiknya merencanakan 1 sampai 3 bulan waktu pemulihan pasca kemoterapi agar pasien lebih fokus pada kesehatannya.

 

 

  1. Radiasi

Lamanya proses radiasi biasanya tergantung pada jenis radiasi yang dilakukan pada pasien. Sehingga waktu pemulihan pengobatan kanker payudara pascaradiasi juga ikut bervariasi. Salah satu jenis radiasi seperti Accelerated Partial Breast Irradiation (APBI) dapat diselesaikan dalam waktu maksimal tiga minggu. Sedangkan branchytherapy atau radiasi payudara internal dapat dilakukan dalam waktu lima hari dengan efek samping ringan dan waktu pemulihan yang relatif singkat.

 

 

Apa yang bisa dilakukan kalau ingin mempercepat proses pemulihan?

Waktu pemulihan tidak selalu sama untuk setiap pasien. Sebab, hal ini tergantung pada kondisi kesehatan pasien, respon tubuh terhadap pengobatan, gaya hidup, dan tingkat aktivitas fisik selama pemulihan.

Untuk mempercepat masa pemulihan pasien dianjurkan untuk rutin berolahraga, makan makanan yang sehat, menghindari alkohol, dan berhenti merokok. Cara-cara berikut dapat membantu mengatasi masalah tidur yang biasa dialami saat pengobatan sehingga pasien dapat kembali beraktivitas secara normal.

Selain pemulihan secara fisik pasien juga perlu memulihkan dirinya secara emosional. Pemulihan emosional justru lebih rumit ketimbang pemulihan fisik. Tidak sedikit pasien kanker payudara yang rentan mengalami depresi dan kecemasan berlebihan sehingga berpeluang membuat penyakit kembali kambuh.

Menurut May McCabe, RN, seorang direktur Cancer Survivorship Program di Memorial Sloan-Kettering Cancer Center New York, setiap pasien kanker sangat membutuhkan dukungan dari keluarga dan teman, seperti dilansir dari WebMD. Hal ini bermanfaat untuk menurunkan tekanan dan stres yang dirasakan oleh pasien kanker sehingga proses pemulihannya dapat lebih cepat.

Dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk menjalani mendapatkan konseling perilaku kognitif alias terapi bicara disamping pengobatan fisik. Dengan begitu, proses pemulihan pasien dapat berjalan dua kali lebih cepat dan seimbang secara fisik maupun emosionalnya.

 

Waktu Pemulihan Pengobatan Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanda Kanker Payudara Menyebar ke Otak

Tanda Kanker Payudara Menyebar ke Otak

Tanda Kanker Payudara Menyebar ke Otak

Penyakit kanker payudara tidak hanya menyerang wanita, namun juga pria karena kaum pria pun memiliki jaringan payudara meski tidak membesar seperti pada wanita. Hal ini berarti siapapun dapat memiliki resiko terkena jenis kanker berbahaya tersebut dan sudah sepatutnya mengetahui apa saja penyebab kanker payudara dan ciri-ciri kanker payudara, terutama gejala awal kanker payudara serta gejala kanker payudara stadium 4. Pemahaman mendalam mengenai kanker payudara dapat menyelamatkan seseorang dari kematian akibat penyakit kanker tersebut.

 

Umumnya ciri-ciri kanker payudara stadium 1 sulit dikenali karena hampir tidak menunjukkan gejala. Karena itu bahaya kanker payudara mulai dirasakan saat kanker telah memasuki stadium lanjut, dimana sel kanker telah menyebar. Hal ini menyebabkan pengobatan sulit dilakukan, mengingat sel kanker sudah tidak lagi terletak pada satu titik saja. Salah satu dampak yang terjadi adalah penyebaran sel kanker payudara ke otak, sehingga fungsi otak dapat terganggu. Adapun tanda kanker payudara menyebar ke otak dapat ditandai dengan beberapa kondisi seperti berikut ini:

 

  1. Sering mengalami pusing

Pusing memang kondisi yang sering dialami oleh sebagian besar orang, dan umumnya bersifat ringan atau dapat sembuh sendiri. Namun jika terjadi kondisi pusing yang terus menerus dan semakin lama semakin menyiksa, ada baiknya segera periksakan diri ke dokter karena bisa jadi merupakan tanda kanker payudara menyebar ke otak.

 

  1. Tangan dan kaki lemah

Pergerakan anggota gerak tubuh terutama kaki dan tangan sangat dipengaruhi perintah dari otak, karena itu saat otak terkena penyakit kanker yang bermetastase tangan dan kaki menjadi lebih lemah. Bahkan sulit untuk digerakkan karena saraf yang terhubung mengalami gangguan bahkan kerusakan.

 

  1. Gangguan penglihatan

Sel saraf mata juga sangat terhubung dekat dengan otak, jadi ketika tanda kanker payudara menyebar ke otak fungsi mata akan ikut terganggu. Akibatnya penglihatan menjadi terganggu seperti mata menjadi lebih kabur, penglihatan ganda atau bahkan kehilangan penglihatan. Kondisi ini tidak lagi memungkinkan untuk menjalani operasi kanker payudara, melainkan dibutuhkan kemoterapi kanker payudara untuk membidik sel kanker yang telah menyebar cukup jauh hingga otak.

 

  1. Perubahan tingkah laku

Tingkah laku dan sikap seseorang juga terbentuk dan dipengaruhi oleh otak. Tentu saja tingkah laku seseorang akan mengalami perubahan yang signifikan saat otaknya terserang sel kanker. Hal ini dapat terjadi tiba-tiba dan dapat mengganggu keseharian karena perubahan tersebut.

 

  1. Mudah bingung

Tanda kanker payudara menyebar ke otak pada penderita juga kerap mengalami kebingungan yang sangat sering terjadi. Kondisi ini membuatnya tidak ingat ingin melakukan apa dan tidak mudah untuk memutuskan sesuatu. hal ini dikarenakan sel saraf pada otak sudah mengalami kerusakan akibat serangan sel kanker yang bermetastasis.

 

  1. Kehilangan keseimbangan tubuh

Keseimbangan tubuh juga sangat dipengaruhi fungsi otak, karena seluruh sistem saraf tubuh berpusat pada organ vital tersebut. Karena itu, serangan penyakit kanker dapat membuat fungsi otak menjadi kacau, dan dampaknya dapat berupa kesulitan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Hal ini menyebabkan seseorang mudah terjatuh meski tidak tersandung atau sedang membawa beban berat.

 

  1. Mual dan muntah

Gangguan yang terjadi pada otak sebagai salah satu tanda kanker payudara menyebar ke otak juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual hingga muntah. Hal ini terus berlangsung hingga berminggu-minggu dan tidak ada gejala seperti adanya gangguan lambung. Segera periksakan ke dokter jika muntah terus terjadi hingga mengganggu penyerapan nutrisi tubuh.

 

  1. Gangguan Kesadaran

Sel kanker mungkin akan membentuk tumor sehingga menekan sistem saraf dan menyebabkan seseorang mengalami kehilangan kesadaran. Jika seseorang sering mengalami pingsan tanpa ada tanda-tanda gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

 

  1. Mengalami Kejang

Mereka yang menderita kanker payudara yang bermetasis juga sering kali mengalami kejang sebagai salah satu tanda kanker payudara menyebar ke otak, akibat fungsi otak dan sistem saraf yang mengalami kerusakan. Kejang yang terjadi berkali-kali tidak boleh diabaikan karena dapat menandakan kerusakan otak yang sudah cukup parah.

 

  1. Perubahan mental

Jika seseorang mengalami perubahan mental dan sulit untuk mengendalikan emosinya, maka ia patut diperiksa secepatnya ke dokter. Terlebih jika kondisi tersebut terjadi tiba-tiba dan semakin parah, maka bisa jadi itu merupakan tanda kanker payudara menyebar ke otak. Kondisi ini juga meliputi kondisi yang lebih mudah mengantuk dan lebih emosional.

 

  1. Linglung dan sulit fokus

Tanda kanker payudara menyebar ke otak lainnya yang perlu dipahami yaitu penderita akan menjadi mudah linglung atau pelupa, dan seringkali tidak dapat fokus pada suatu hal. Kesulitan untuk berkonsentrasi terjadi karena otak sudah mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan untuk berpikir dengan baik.

 

Itulah tanda kanker payudara menyebar ke otak dan menyebabkan gangguan yang sangat serius. Untuk menghindari semua bahaya tersebut, sangat penting untuk melakukan cara mencegah kanker payudara salah satunya dengan mengkonsumsi makanan pencegah kanker payudara yang sangat menyehatkan. Jika terdapat suatu gejala atau tanda yang Anda curigai sebagai kanker payudara, maka solusi yang terbaik adalah dengan konsultasikan langsung dengan dokter terdekat atau terpercaya Anda, semoga ulasan di atas tadi bermanfaat. Terima kasih…

 

 

Tanda Kanker Payudara Menyebar ke Otak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pilihan Operasi Kanker Payudara

Pilihan Operasi Kanker Payudara

Pilihan Operasi Kanker Payudara

Kanker payudara dapat ditangani melalui beberapa pilihan operasi yang tersedia. Pasien disarankan untuk mempertimbangkan berbagai faktor dalam memilih jenis operasi yang terbaik. Kanker payudara yang didiagnosis dini biasanya ditangani melalui operasi. Jenis operasi yang akan Anda jalani tergantung pada beberapa faktor penting. Faktor-faktor tersebut adalah ukuran kanker dan penyebaran kanker, terutama penyebarannya ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lain. Selain itu, ukuran payudara dan prioritas pribadi juga perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan rencana pengobatan.

 

Pada dasarnya ada dua kategori utama dari operasi, yaitu operasi untuk mengangkat jaringan kanker dan operasi untuk memeriksa penyebaran kanker ke kelenjar getah bening. Apabila ditemukan sel-sel kanker, dokter akan mengangkat kelenjar getah bening sesuai dengan prosedur. Tingkat kematian penderita kanker payudara tidak dapat membaik, kecuali ada deteksi kanker dini serta teknik bedah dan perawatan yang semakin modern.

 

  1. Lumpektomi

Lumpektomi adalah operasi pengangkatan jaringan kanker atau benjolan di payudara beserta sebagian kecil jaringan sehat di sekitar kanker. Pilihan operasi kanker payudara ini disebut juga sebagai operasi breast-conserving atau operasi breast-sparing. Di samping itu, ada prosedur operasi yang disebut quadrantectomy untuk menghilangkan sekitar seperempat bagian payudara. Jumlah ini tergolong lebih banyak dari jumlah bagian payudara yang diangkat melalui prosedur lumpektomi.

 

  1. Terapi Radiasi Lokal

Setelah menjalani lumpektomi, dokter dapat merekomendasikan pasien untuk menjalani terapi radiasi lokal. Terapi ini bertujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker mikroskopis yang mungkin tersisa pasca operasi. Terapi radiasi ini menggunakan peralatan yang dapat secara akurat memfokuskan sinar energi pada daerah yang terkena kanker saja. Sel-sel sehat yang rusak akibat terapi radiasi biasanya dapat pulih dengan sendirinya. Efek samping yang paling umum dari terapi radiasi ini adalah kerusakan kulit seperti tersengat matahari.

Namun demikian, teknik kemoterapi modern kini sudah mampu meringankan efek samping tersebut. Selain kemoterapi, anti-estrogen juga sering direkomendasikan tergantung pada kepekaan hormon terhadap kanker dan faktor risiko lainnya. Obat ini dapat diminum langsung, dan efek sampingnya tergolong ringan.

 

  1. Mastektomi

Pilihan operasi kanker payudara breast-conserving kini cenderung lebih banyak dipilih dibandingkan dengan mastektomi. Mastektomi adalah pembedahan untuk mengangkat seluruh payudara. Walaupun begitu, beberapa wanita mungkin lebih memilih mastektomi untuk memastikan bahwa kankernya benar-benar hilang.

Dalam mastektomi sederhana (atau disebut mastektomi total), dokter bedah memang akan mengangkat seluruh payudara. Namun, kelenjar getah bening di bawah lengan maupun jaringan otot di bawah payudara tidak akan dihilangkan.

 

  1. Masektomi Radikal

Mastektomi radikal yang dimodifikasi pada dasarnya hampir sama dengan mastektomi total. Bedanya, kelenjar getah bening di bawah lengan juga diangkat. Pilihan operasi kanker payudara ini lebih banyak dipilih dibandingkan mastektomi radikal, yang dulunya sangat umum dilakukan. Selain mengangkat payudara beserta kelenjar getah bening, dokter bedah juga akan mengangkat otot dada (pectoral) dalam prosedur mastektomi radikal. Mastektomi radikal menimbulkan cacat bentuk yang signifikan, sedangkan kecacatan/perubahan bentuk akibat mastektomi radikal tergolong lebih ringan. Selain itu, mastektomi radikal yang dimodifikasi juga bekerja efektif untuk mengobati kanker.

Wanita dengan risiko kanker payudara yang sangat tinggi dapat memilih operasi pengangkatan kedua payudaranya. Prosedur ini disebut dengan mastektomi ganda. Mastektomi total dapat mencegah kanker berkembang dari satu payudara ke payudara lain.

 

  1. Operasi kelenjar getah bening

Ada dua operasi dasar yang dilakukan untuk mengetahui penyebaran kanker ke kelenjar getah bening dekat payudara. Sistem limfatik adalah jaringan pembuluh dan kelenjar yang membawa cairan yang disebut getah bening ke seluruh tubuh. Sistem limfe (getah bening) merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Kelenjar getah bening akan melawan infeksi dan menyaring bahan beracun dalam tubuh.

Kelenjar getah bening yang sangat rentan diserang oleh kanker payudara disebut dengan kelenjar sentinel. Kelenjar ini terletak dalam sekumpulan kelenjar getah bening di ketiak (aksila). Dalam prosedur sentinel lymph node biopsy (SLNB), dokter mengambil kelenjar sentinel. Kelenjar tersebut kemudian akan diteliti untuk memeriksa ada atau tidaknya sel kanker. Jika tidak ditemukan sel kanker melalui prosedur SLNB, kemungkinan Anda tidak perlu menjalani operasi pengangkatan kelenjar getah bening lebih banyak.

Namun jika sel kanker ditemukan, Anda mungkin dianjurkan untuk menjalani prosedur pembedahan yang dikenal sebagai Axillary Lymph Node Dissection (ALND). ALND melibatkan pengambilan sejumlah besar kelenjar getah bening dari bawah lengan. Sampel akan diuji untuk mengetahui keberadaan sel-sel kanker. Prosedur ini dapat dilakukan bersamaan dengan mastektomi atau operasi breast-conserving. Namun, tidak menutup kemungkinan prosedur ini dilakukan secara terpisah.

Salah satu efek samping yang serius dari ALND adalah limfedema. Limfedema ditandai dengan adanya pembengkakan pada lengan akibat menumpuknya cairan. Penumpukan cairan ini disebabkan oleh hilangnya pembuluh limfatik dalam kelenjar getah bening yang membantu tubuh dalam menjaga keseimbangan cairan.

 

  1. Rekonstruksi payudara

Banyak wanita memilih untuk mengembalikan bentuk payudara setelah operasi kanker. Proses ini disebut dengan rekonstruksi payudara. Dalam beberapa kasus, rekonstruksi payudara dapat dilakukan bersamaan dengan operasi maupun di kemudian hari. Dokter bedah dapat menggunakan kulit dan lemak (diambil dari perut atau bagian lain dari tubuh Anda) untuk menduplikasi bentuk payudara asli. Alternatif lain, implan saline atau silikon juga dapat digunakan.

Kekhawatiran tentang keamanan implan silikon telah ditangani oleh kemajuan teknologi. Pada saat ini, banyak yang memilih bahan silikon terbaru dan lebih tebal yang disebut cohesive gel. Jika Anda tertarik untuk melakukan operasi rekonstruksi payudara, konsultasikan dengan dokter bedah dan spesialis rekonstruksi Anda. Mereka dapat mendiskusikan pilihan beserta risiko yang terkait dengan prosedur ini.

 

Jika Anda telah didiagnosis mengidap kanker payudara, diskusikan semua pilihan operasi kanker payudara dengan dokter Anda. Selain itu, cari pendapat lain tentang operasi dan prognosis yang dapat memantapkan keputusan Anda. Pilihan operasi kanker payudara dapat menjadi pilihan yang dapat menyembuhkan sekaligus mengubah hidup Anda.

 

 

Pilihan Operasi Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Merokok Sebabkan Kanker Payudara

Merokok Sebabkan Kanker Payudara

Merokok Sebabkan Kanker Payudara

Para Dokter telah lama menduga bahwa selain berbahaya bagi kesehatan secara umum, ternyata merokok sebabkan kanker payudara pada wanita. Sebuah studi membuktikan hal tersebut dan menunjukkan bahwa merokok sebabkan kanker payudara pada wanita di kemudian hari. Tentu saja ini adalah warning bagi para wanita perokok baik itu aktif maupun pasif untuk mulai waspada dan memperhatikan kondisi bagian tubuh favorit tersebut. Dari penelitian tersebut juga diketahui bahwa wanita yang mulai merokok di usia muda memiliki risiko paling tinggi mengidap kanker payudara.

Wanita yang aktif merokok memiliki peningkatan risiko mengalami kanker payudara, apalagi jika mereka telah merokok sejak usia belasan tahun. Wanita yang merokok satu bungkus setiap hari selama 30 tahun memiliki risiko 20% lebih tinggi menderita kanker payudara dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Penelitian tersebut menemukan bahwa risiko kanker payudara ditemukan pada:

  • Wanita pra-menopause yang merokok, yaitu wanita yang mulai merokok saat usia masih muda memiliki risiko 20% terkena kanker payudara dari pada wanita yang tidak pernah merokok
  • Wanita pasca menopause yang aktif merokok
  • Wanita pra-menoause yang terpapar asap rokok (pasif)
  • Wanita tidak merokok yang menikah muda dengan pria perokok memiliki peningkatan risiko
  • Wanita perokok yang memiliki saudara perempuan yang telah didiagnosa kanker payudara memiliki peningkatan risiko terdiagnosis.

 

Wanita pasca menopause yang terpapar asap rokok tidak memiliki peningkatan risiko kanker payudara dalam penelitian tersebut. Penelitian ini tidak menjelaskan bagaimana merokok sebabkan kanker payudara, tapi kita tahu bahwa asap rokok mengandung senyawa amina aromatik yang merupakan salah satu senyawa penyebab kanker payudara.

Penelitian juga menegaskan adanya hubungan genetik dari wanita perokok dengan berapa banyak rokok yang dihisapnya. Wanita yang merokok aktif dan pasif dan sekaligus memiliki Gen NAT 32 yang tergolong lambat bertindak memiliki risiko kanker payudara yang lebih besar. Gen NAT 32 yang bekerja lambat akan memperlama kemampuan tubuh menyingkirkan amina aromatik.

 

Penelitian ini menunjukkan bahwa risiko kanker payudara adalah 27% pada wanita dengan NAT 32 yang lambat, artinya ada peningkatan dari risiko perokok secara umum yang hanya 20%. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa perokok aktif dan pasif memiliki risiko yang sama besar terkena kanker payudara, tetapi risiko akan bertambah tinggi pada wanita perokok dengan gen NAT 32 yang lambat.

Penelitian dilakukan oleh Universitas Toronto dan diketuai oleh Neil Collishaw, MD dan secara gamblang menjelaskan adanya hubungan sebab akibat yang terjadi secara konsisten antara perokok aktif dengan penderita kanker baik pra maupun pasca menopause. Peneliti juga menemuka bahwa paparan asap rokok yang dihirup perokok pasif berhubungan dengan munculnya kanker payudara pada wanita pramenopause.

 

“Sampai saat ini, bukti tentang hubungan antara kanker payudara dan asap tembakau, meskipun banyak, tidak meyakinkan”, kata Dr. Collishaw dalam sebuah pernyataan. “Tetapi analisis yang cermat dari semua bukti yang ada terutama bukti yang baru-baru ini ditemukan, membawa kita pada kesimpulan bahwa terdapat bukti yang membenarkan risiko rokok.”

Secara historis, bukti-bukti epidemiologis tentang kanker payudara dan merokok saling bertentangan, tapi penelitian terbaru tersebut menunjukkan adanya bukti yang menunjukkan bahwa merokok meningkatkan risiko kanker payudara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mulai merokok pada usia muda akan mengalami peningkatan 20% risiko kanker payudara.

 

Bukti kuat berasal dari tiga meta analisis dan sebuah pooled analisis yang menemukan adanya peningkatan sebanyak 35% sampai 50% risiko kanker pada wanita perokok jangka panjang yang memiliki satu dari beberapa N-Acetyltransferase 2 (NAT2) yang lambat. Sekitar setengah dari wanita Amerika Utara memiliki genotipe jenis ini. Para peneliti mengatakan review paling meyakinkan tampak pada 13 studi yang menemukan bahwa perempuan-perempuan dengan genotipe NAT32, diantara mereka yang merokok memiliki sekitar 27% peningkatan risiko kanker payudara dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok.

 

Bagaimana Bisa Merokok Sebabkan Kanker Payudara ?

Peneliti juga menemukan bahwa asap rokok juga menimbulkan risiko berdasarkan data dari Badan perlindungan Lingkungan California dan US Surgeon General yang mempublikasikan meta analisis mereka pada tahun 2006 dan menunjukkan adanya peningkatan sebanyak 60-70% risiko kanker payudara di kalangan wanita pre menopause non perokok yang menerima paparan asap rokok dalam jangka waktu lama.

Dengan ditemukannya hubungan merokok dengan kanker payudara mungkin ada baiknya bagi Anda wanita perokok untuk segera berhenti, sebab risiko Anda menderita kanker ini saat menopause nanti mencapai 20% dan akan meningkat menjadi 27% jika Anda memiliki gen NAT 32 yang lambat bekerja.

 

Dengan berhenti merokok berarti Anda memberi kesempatan sel-sel dalam tubuh Anda melakukan regenerasi dan memperbaiki kondisi sel yang terlanjur rusak karena merokok sebabkan kanker payudara terutama saat Anda memasuki masa menopause nanti.

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa bahan kimia yang telah mengendap di dalam tubuh ini dapat merusak struktur DNA dan mengubah gen penting. Hal ini yang menyebabkan timbulnya kanker dengan membuat sel-sel tubuh berkembang biak di luar kendali.

 

Rokok, cerutu, dan pipa tembakau dibuat dari daun tembakau kering, dan kemudian ditambahkan dengan zat-zat untuk meningkatkan rasa dan membuat tokok menjadi sangat menyenangkan. Asap yang keluar dari rokok terdiri atas campuran banyak bahan kimia yang diproduksi saat terjadi pembakaran tembakau dan zat aditif nya.

Asap tembakau terdiri dari lebih dari 7.000 bahan kimia, termasuk lebih dari 70 diantaranya diketahui mengandung zat karsinogen (penyebab kanker). Beberapa zat lain dalam rokok juga dapat menyebabkan jantung dan paru-paru berhenti bekerja. Adapun bahan-bahan kimia yang terkandung dalam sebatang pohon adalah:

  • Sianida
  • Bensol
  • Formaldehida
  • Metanol (alkohol kayu)
  • Acetylene (bahan bakar yang digunakan dalam obor las)
  • Amonia
  • Nikotin

 

Asap tembakau saat merokok juga mengandung tar dan gas-gas beracun karbon monoksida dan nitrogen oksida. Dari semua bahan-bahan itu, bahan yang dapat menghasilkan efek menyenangkan adalah nikotin, sebuah obat adiktif yang merupakan salah satu bahan kimia paling keras dalam asap tembakau. Daun tembakau yang digunakan untuk membuat rokok dan cerutu mengandung bahan radioaktif; besarnya tergantung pada tanah tempat tanaman itu ditumbuhkan dan pupuk yang digunakan.

Pada umumnya gejala kanker payudara tidak begitu dihiraukan ketika masih tahap awal sebab belum mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk Anda para wanita, jika Anda tidak merokok, jangan pernah mencobanya.

 

Dan jika Anda seorang perokok aktif, mulailah belajar berhenti merokok, ada banyak teknik yang bisa anda gunakan untuk memacu semangat Anda agar bisa berhenti mengisap racun tersebut. Berhentilah merokok dari sekarang karena merokok sebabkan kanker payudara pada wanita. Semoga bermanfaat…

 

 

Merokok Sebabkan Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Payudara Menyebar ke Tulang

Kanker Payudara Menyebar ke Tulang

Kanker Payudara Menyebar ke Tulang

Kanker payudara metastasis disebut juga dengan kanker payudara stadium 4. Hampir 5 % wanita yang mengidap kanker payudara, sudah memiliki kanker payudara metastatik saat baru didiagnosis. Kanker ini umumnya muncul beberapa bulan atau tahun setelah diagnosis awal. Risiko payudara menyebar ke tulang menjadi lebih tinggi setelah kanker payudara menyebar hingga ke bagian tubuh lainnya.

 

Apa yang terjadi saat kanker payudara menyebar ke tulang ?

Normalnya, tulang yang membentuk kerangka tubuh akan selalu berganti. Tulang tua akan dipecah dan diganti dengan tulang baru sehingga tulang kita tetap sehat dan kuat. Lain halnya pada penderita kanker, sel-sel kanker yang menyebar ke tulang dapat menyebabkan beberapa bagian struktur tulang pecah tanpa membentuk tulang baru. Hal ini membuat tulang cenderung lemah dan rentan terhadap patah tulang.

Kanker juga dapat menyebabkan tulang baru tumbuh walaupun tulang tua belum rusak. Hal tersebut membuat tulang menjadi lebih keras, namun strukturnya yang abnormal membuat tulang berisiko patah.

 

Apa gejalanya jika kanker payudara menyebar ke tulang ?

Nyeri tulang biasanya merupakan gejala awal dari kanker payudara menyebar ke tulang Anda. Tulang bisa menjadi lemah dan mudah patah. Kanker yang tumbuh di tulang belakang dapat menyebabkan tekanan pada sumsum tulang belakang sehingga dapat mengganggu fungsi usus dan kandung kemih. Pada kasus yang berat, tumor di daerah tertentu di tulang belakang juga dapat menyebabkan kelumpuhan.

Gejala lain dapat ditemukan di dalam darah Anda. Kanker dapat menyebabkan tulang melepaskan kalsium ke aliran darah dalam jumlah yang lebih tinggi dari tingkat normal (hiperkalsemia). Hal ini ditandai dengan munculnya rasa mual, kehilangan nafsu makan, rasa haus, dan sembelit. Anda akan mudah mengantuk dan bahkan linglung. Hiperkalsemia bisa menyebabkan koma jika tidak segera ditangani.

Jika Anda menderita kanker payudara dan nyeri tulang, dokter biasanya menganjurkan tes pencitraan, termasuk X-ray atau scan tulang (scintigraphy). Tes pencitraan lain yang mungkin dianjurkan adalah magnetic resonance imaging (MRI), computerized cosmography (CT), atau positron emission tomography (PET). Tes ini akan membantu diagnosis maupun pengangkatan tumor.

 

Kanker payudara menyebar ke tulang yang terlanjur parah bisakah untuk diobati ?

Banyak perawatan kanker payudara primer yang dapat digunakan untuk mengobati metastasis ke tulang. Perawatan tersebut bertujuan untuk menghentikan penyebaran tumor, dan mengecilkan atau mengangkat tumor yang ada. Pengobatan yang diberikan tergantung pada jenis kanker payudara ketika kondisi kanker telah menyebar ke tulang.

Jika Anda mengidap jenis kanker payudara yang membutuhkan terapi hormonal, Anda mungkin akan disarankan untuk tetap melanjutkannya. Kemoterapi adalah pengobatan sistemik yang dapat secara efektif membunuh sel-sel kanker payudara di seluruh tubuh Anda. Pengobatan ini dapat diberikan secara intravena atau dalam bentuk pil. Atau, Anda juga bisa menjalani terapi radiasi yang secara khusus menargetkan sel-sel kanker payudara. Terapi ini dapat mengecilkan tumor, memperkuat tulang, dan mengurangi rasa nyeri.

 

Selain itu, dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat penguat tulang. Beberapa obat diberikan secara intravena, dan sisanya diminum langsung. Batangan logam juga dapat ditanam melalui operasi untuk mendukung tulang yang lemah. Selain batangan logam, tulang juga dapat distabilkan dengan pelat logam, sekrup, atau semen.

Berbagai jenis pengobatan biasanya dikombinasikan untuk hasil yang terbaik. Rencana perawatan akan disesuaikan dengan respon tubuh terhadap perawatan tersebut. Selain mengobati kanker payudara, dokter dapat meresepkan obat untuk membantu mengontrol rasa sakit, ketidaknyamanan, dan mengurangi rasa letih. Terapi fisik dapat menguatkan tulang, mengurangi rasa sakit, dan membantu Anda bergerak lebih efisien. Menggunakan tongkat jalan atau walker dapat mengurangi tekanan pada tulang yang lemah.

Para peneliti selalu mencari metode baru untuk mengobati kanker payudara menyebar ke tulang. Salah satu cara untuk menguji terapi baru adalah melalui uji klinis. Tidak sembarang orang boleh menjalani terapi baru. Oleh karena itu, onkologi akan memberitahu Anda mengenai pilihan pengobatan klinis yang tepat.

 

 

Kanker Payudara Menyebar ke Tulang

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanda Kanker Payudara Mulai Sembuh

Tanda Kanker Payudara Mulai Sembuh

Tanda Kanker Payudara Mulai Sembuh

Bagi wanita, divonis menderita ciri ciri kanker payudara bagai mimpi buruk yang merenggut habis semua harapan. Bagaimana tidak, jenis kanker ganas satu ini menyerang bagian tubuh yang menjadi simbol mahkota dan kebanggaan wanita. Mirisnya, banyak wanita yang tidak sadar bahwa mereka mengidap kanker payudara sampai kanker tersebut ditemukan sudah dalam stadium lanjut yang mengancam nyawa. Hal ini disebabkan karena kurangnya faktor kesadaran menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan medical check up secara rutin setiap tahun.

 

Pengobatan Kanker Payudara

Seperti disebutkan di awal, kanker payudara adalah jenis kanker ganas yang tingkat kesembuhannya paling menjanjikan, dengan catatan gejala kanker diketahui sejak dini dan stadium kanker masih berada di level awal. Kanker payudara terbagi menjadi stadium 1 hingga 4 dengan prosentase dan harapan kesembuhan yang berbeda-beda. Berdasarkan penelitian yang telah dikembangkan oleh dunia kedokteran, kanker payudara stadium 1A-2B yang  masih memiliki harapan kesembuhan yang cukup tinggi yaitu sekitar 40%-50%. Sebaliknya, bila kanker telah memasuki stadium 3B keatas, harapan untuk pulih total menjadi semakin kecil. Oleh sebab itu, sangat penting bagi wanita untuk rutin memeriksa kesehatan payudaranya agar gejala kanker payudara dapat diketahui dan diminimalisir sejak dini.

Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan dengan sejumlah metode pengobatan. Diantaranya adalah melalui terapi lokal berupa pengangkatan sel-sel kanker melalui radiasi penyinaran, kemoterapi, terapi hormonal dan yang paling menjanjikan kesembuhan adalah operasi pengangkatan payudara.

 

Tanda Kanker Payudara Mulai Sembuh

Setelah menjalani serangkaian pengobatan, tentu harapan akan kesembuhan kanker payudara semakin besar. Lantas bagaimana kita mengetahui tanda kanker payudara mulai sembuh? Berikut beberapa ciri-ciri yang dapat mengindikasikan bahwa Anda sudah terbebas dari kanker payudara.

 

  1. Tidak ditemukan benjolan di area payudara

Saat seseorang terkena kanker payudara, gejala awal yang paling mudah dan pasti ditemukan adalah adanya benjolan yang ukurannya bervariasi sekitar 2-5 cm di area sekitar payudara. Tanda kanker payudara mulai sembuh setelah dilakukan pengobatan dengan teknik penyinaran, kemoterapi atau operasi, benjolan yang telah diangkat ini akan hilang dan akar-akar sel nya pun telah mati.

 

  1. Payudara kembali ke bentuk asalnya

Payudara yang terkena kanker payudara akan mengalami perubahan bentuk akibat tumbuhnya sel kanker di salah satu atau kedua payudara. Tanda kanker payudara mulai sembuh yaitu terlihat dari bentuk payudara pun akan otomatis kembali ke ukuran asal meski ada kemungkinan elastisitasnya berkurang.

 

  1. Tidak Keluar Cairan Selain ASI (Air Susu Ibu)

Payudara yang terinfeksi sel kanker akan mengeluarkan cairan berwarna bening, hijau, atau kekuningan yang menandakan sel-sel payudara terkena infeksi. Tanda kanker payudara mulai sembuh yang bisa terjadi yaitu cairan yang keluar dari payudara hanyalah ASI bagi wanita yang sedang menyusui anaknya.

 

  1. Rasa Nyeri Menghilang

Sel-sel kanker yang menyerang kelenjar limfatik di area dada dan bawah ketiak dekat payudara menyebabkan rasa nyeri yang tak tertahankan. Bila seorang wanita telah dinyatakan sembuh dari kanker payudara, rasa nyeri itu akan hilang dan tidak terasa lagi sama sekali.

 

  1. Ruam dan Gatal di Sekitar Puting Susu Menghilang

Penderita kanker payudara pada stadium awal biasanya akan menemukan puting payudaranya muncul ruam kemerahan dan terasa gatal. Ruam dan rasa gatal ini muncul disebabkan oleh infeksi dari penyebaran sel-sel kanker dalam payudara. Tanda kanker payudara mulai sembuh, ruam dan gatal di area puting ini akan menghilang dengan sendirinya.

 

  1. Berat Badan Naik dengan Stabil

Penderita kanker payudara akan kehilangan berat badannya secara drastis akibat efek obat-obatan yang dikonsumsi dan efek samping dari terapi penyinaran, kemoterapi atau tindakan operasi. Bila kanker payudara telah sembuh dan tubuh telah kembali pulih, berat badan pun akan berangsur naik dengan stabil.

 

Demikian tanda kanker payudara mulai sembuh dan ciri-ciri yang dapat Anda perhatikan lebih lanjut. Guna mendapatkan kepastian yang lebih valid, periksakanlah ke dokter Anda agar dilakukan pemeriksaan lanjutan bahwa sel-sel kanker telah benar-benar lenyap dari payudara Anda.

 

 

Tanda Kanker Payudara Mulai Sembuh

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Perbedaan Tumor dan Kanker Payudara

Perbedaan Tumor dan Kanker Payudara

Perbedaan Tumor dan Kanker Payudara

Tumor dan kanker sering sekali disalah artikan sebagai penyakit jinak dan ganas. Tumor adalah penyakit jinak sedangkan kanker adalah penyakit ganas. Pernyataan ini kurang tepat karena tumor adalah salah satu gejala dari penyakit kanker baik itu jinak maupun ganas. Berikut adalah beberapa perbedaan tumor dan kanker payudara :

 

  1. Istilah

 

  • Tumor

Tumor adalah pertumbuhan unit terkecil tubuh manusia atau sel yang abnormal dan terjadi secara tidak terkontrol baik kecepatan dan besarnya. Tumor berasal dari bahasa latin “tumere” yang artinya bengkak. Tumor merupakan benjolan pada tubuh yang tidak pada semestinya. Sebagai contohnya hidung anda sebenarnya juga merupakan benjolan, akan tetapi hidung memang semestinya terletak secara alami di wajah. Beda jika tiba- tiba di daerah tersebut tidak ada benjolan kemudian muncul sebuah benjolan. Dari pertumbuhan sel tumor ini, munculah sifat-sifat tertentu yang menjadikan perbedaan tumor dan kanker payudara.

  • Kanker

Kanker berasal dari bahasa latin yaitu ‘cancri’ yang artinya adalah kepiting. Orang pada zaman dahulu melihat bahwa pembuluh darah yang mengelilingi tumor kanker tampak seperti jepit dan kaki kepiting. Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan mutasi materi genetik sel yang karena terganggunya kontrol regulasi pertumbuhan sel- sel normal. Sel ini tidak mengenal program kemarian sel yang disebut apoptois. Apoptosis adalah mekanisme bunuh diri sel yang sudah tua sehingga tidak memenuhi anggota tubuh. Karena itu sel ini akan semakin banyak dan menjadi benjolan yang disebut tumor.

 

  1. Sifat Penyakit

Setelah penjelasan mengenai istilah tumor dan kanker, anda akan paham bahwa sebenarnya yang harus dibedakan adalah kanker jinak dan kanker ganas.

 

  • Kanker jinak

Kanker jinak payudara memiliki tumor yang sifatnya jinak yaitu sel tumbuh pada lokasinya, tidak menyebar ke tempat lain, sehingga jika dilakukan operasi dapat memberikan prognosis yang baik. Tumor ini memiliki beberapa konsistensi padat kenyal, lunak dan kista. Jika pada kenyal lebih condong pada fibroadenoma yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh hormon. Jika lunak mungkin merupakan sebuah tumor jinak yang berasal dari lemak. Jika kista berarti berupa fibrocystic adenoma yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh hormon. Terdapat jenis penyakit kanker yang sebenarnya jinak yang kemudian dapat berubah menjadi ganas, namanya adalah tumor phyloides. Tumor ini sangat besar, besarnya bisa melebihi ukuran dada anda. Namun, gradenya bisa jinak, moderat dan ganas.

 

  • Kanker Ganas

Kanker ganas payudara, kanker ini biasanya memiliki konsistensi padat keras dan tidak nyeri. Kanker payudara yang ganas memiliki pertumbuhan sel tumor yang bersifat ganas. Sel tumor ganas tumbuh dan memebah dengan cepat dan dapat menginvasi jaringan sekitar. Karena pertumbuhanya ini tumor banyak menyerap nutrisi dasar host atau pasien kanker payudara. Sehingga gejala kanker payudara salah satunya adalah penurunan berat badan. Tubuh yang kurus dapat terlihat cukup kentara pada gejala kanker payudara stadium III dan gejala kanker payudara stadium IV. Kanker payudara pada stadium ini merupakan kanker stadium lanjut. Sedangkan, pada gejala awal kanker payudara,gejala tubuh yang kurus mungkin tidak akan terlalu nampak. Pada kanker payudara stadium 1 dan kanker payudara stadium II gejala penurunan berat badan ini ditandai dengan penurunan berat badan lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan.

 

  1. Sifat sel

Ilmu yang mempelajari perubahan struktur pada sel yang mengalami neoplasma dinamakan patologi anatomi. Menurut ilmu ini, terdapat beberapa karakteristik yang menjadikan perbedaan tumor dan kanker payudara.

 

  • Tumor Jinak

Perbedaan tumor dan kanker payudara, tumor jinak memiliki cara pertumbuhan yang meluas. Tumor jinak tidak meinfiltrasi jaringan payudara yang sehat, namun mungkin akan mendesak jaringan normal yang lain sehingga tetap ada gejala awal kanker payudara berupa benjolan.

Jika dilihat di bawah mikroskop, sel tumor jinak dan sel payudara yang sehat ini memiliki perbedaan tumor dan kanker payudara yang jelas. Selain itu, melalui mikroskop anda dapat melihat inti sel tumor payudara yang kadang memiliki bentuk materi genetik atau kromatin yang normal atau mengalami sedikit perubahan, kenampakan aktivitas mitosis atau pembelahan sel juga jarang. Nekrosis atau jaringan payudara yang sehat yang mati juga jarang terlihat.

Tumor jinak payudara memerlukan waktu bertahun- tahun untuk cepat membesar karena kecepatan tumbuh yang lambat. Namun, ada beberapa tipe kanker jinak payudara yang dalam perjalanannya dapat berubah menjadi tumor ganas payudara sehingga pertumbuhan tumor menjadi sangat cepat.

Sebenarnya tubuh kita memiliki sistem pertahanan yang akan melawan sesuatu yang menghambat kerja tubuh termasuk salah satunya adalah tumor. Cara sistem kekebalan tubuh kita untuk melindungi tubuh dari tumor adalah dengan membuat sebuah selubung pada tumor payudara jinak, sehingga tumor jinak tersebut seakan-akan memiliki kapsul. Kapsul akan memberikan batasan yang jelas antara sel kanker dan sel sehat. Kapsul ini dibentuk pertahanan tubuh kita adalah untuk melokalisir tumor agar tidak mudah menyebar dan metastasis ke organ lain dan menimbulkan gejala kanker paru, gejala kanker tulang, gejala kanker hati, gejala kanker otak dan lain-lain.

 

  • Tumor Ganas

Di sisi lain, perbedaan tumor dan kanker payudara yang nama penyakitnya adalah kanker ganas payudara memiliki cara pertumbuhan infiltratif artinya tumor ini tidak hanya mendesak sel payudara yang masih sehat, namun dapat menembus tiap lapisan sel normal hingga masuk ke organ dalam tubuh. Karena sifatnya yang dapat menembus ini, jika dilihat lebih detil di bawah mikroskop, akan susah melihat perbedaan antara sel sehat dan sel kanker. Selain dapat menembus berbagai jaringan, kanker ini dapat tumbuh dengan cepat. Kecepatan tumbuh sel ini tidak mampu dibendung oleh sistem pertahanan kita sehingga tidak ada kapsul yang terbentuk dan jika dilihat tidak ada batas antara sel kanker dan sel normal.

Tidak adanya kapsul ini dapat membuat tumor ganas cepat menyebar dan bermetastasis, Jika kanker payudara sudah mencapai tahap ini maka disebut gejala kanker payudara stadium 4. Aktivitas pembelahan sel juga sering terlihat di bawah mirkroskop dengan intis sel yang memiliki matergenetik yang kasar dan bentuknya bermacam-macam dengan inti yang besar, ukuran inti sel hampir 80% ukuran sel itu sendiri. Jaringan tumor ganas banyak megambil nutrisi dari sel lain dan menyebabkan sel tersebut mati dan menimbulkan nekrosis atau jaringan mati.

 

Jika  Anda merasakan keganjilan terhadap diri Anda dan mencurigai bahwa itu adalah kanker maka datanglah ke dokter terdekat atau terpercaya Anda untuk memastikan itu adalah tumor atau kanker. Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai perbedaan tumor dan kanker payudara. Semoga bisa menambah wawasan Anda ya.

 

Perbedaan Tumor dan Kanker Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tumor Payudara Nonkanker

Tumor Payudara Nonkanker

Tumor Payudara Nonkanker

Jangan takut apabila Anda menemukan benjolan di sekitar payudara. Benjolan payudara tidak semua menandakan kanker. Pada beberapa kasus, benjolan ini adalah kondisi atau tumor payudara nonkanker yang umumnya tidak berbahaya.

Tumor payudara nonkanker umumnya membentuk benjolan pada payudara. Kondisi ini terjadi ketika ada sel-sel payudara yang berkembang secara tidak normal dan cepat. Namun tidak semua benjolan payudara adalah tumor atau kanker. Ada beberapa penyebab benjolan pada payudara yang jauh lebih umum daripada tumor dan kanker.

 

Benjolan tumor payudara nonkanker bisa memiliki karakter seperti berikut:

  • Kista payudara berisi cairan
  • Benjolan menyebabkan nyeri
  • Jika berukuran besar, benjolan payudara dapat mengubah bentuk dan ukuran payudara
  • Jika berkembang pada jaringan dalam saluran susu, maka dapat menyebabkan munculnya cairan dari puting.

 

Jenis dan Penyebab Benjolan

Secara umum benjolan payudara dapat disebabkan beberapa hal sebagai berikut:

 

  1. Fibroadenoma

Merupakan tumor payudara nonkanker yang paling umum terjadi. Fibroadenoma umumnya memilliki ciri-ciri di antaranya, tidak terasa nyeri, dan jika diraba terasa padat, bulat, sekaligus kenyal dan dapat bergeser.

Tumor jinak paling sering dialami wanita usia 20-30 tahun. Fibroadenoma terjadi ketika tubuh membentuk jaringan kelenjar susu berlebihan. Fibroadenoma umumnya dapat hilang dengan sendirinya, tapi terkadang dapat juga tinggal dan membesar, terutama saat hamil. Penyebab fibroadenoma umumnya tidak diketahui dengan pasti. Namun, karena kondisi ini banyak dialami wanita menopause dan pasca-menopause yang menjalani terapi penggantian hormon, maka diduga fibroadenoma akibat perubahan kadar hormon estrogen. Fibroadenoma yang tidak kunjung hilang umumnya ditangani dengan operasi.

 

  1. Perubahan fibrosistik / fibroadenosis

Perubahan fibrosistik adalah perubahan payudara akibat perubahan hormon selama siklus menstruasi bulanan. Kondisi ini menjadi penyebab umum tumor payudara nonkanker pada wanita usia 35-50 tahun. Oleh karena lansia tidak lagi mengalami menstruasi, maka kondisi ini umumnya tidak dialami setelah wanita berusia 50 tahun ke atas. Fibrosistik tidak memerlukan penanganan khusus. Namun dokter biasanya akan memberikan resep untuk membantu meredakan nyeri saat datang bulan. Benjolan dan rasa sakit yang disebabkan oleh fibrosistik umumnya akan reda setelah menstruasi.

 

  1. Kista sederhana

Merupakan benjolan tumor payudara nonkanker berisi cairan yang biasanya terbentuk pada satu atau kedua payudara dengan jumlah dan ukuran yang berbeda. Ukuran dan lunak atau kerasnya berubah sesuai siklus menstruasi. Kondisi ini tidak memerlukan operasi dan dapat ditangani dengan prosedur jarum aspirasi halus. Jarum digunakan untuk menyerap beberapa sel keluar dari benjolan payudara. Jika benjolan ini adalah kista, maka akan mengempis setelah cairan dikeluarkan. Kondisi yang paling sering dialami wanita 30-60 tahun ini umumnya tidak mendatangkan gejala lain. Hormon diduga menjadi penyebab timbulnya kista payudara ini.

 

  1. Papiloma intraduktal

Kondisi yang umumnya terjadi pada wanita berusia 45-50 tahun ini berbentuk seperti benjolan kecil menyerupai kutil pada dinding saluran susu dekat puting. Pada beberapa kasus papiloma intraduktal dapat menyebabkan perdarahan dari puting. Papiloma intraduktal dapat ditangani dengan operasi.

 

  1. Lemak nekrosis traumatik

Lemak pada payudara membentuk benjolan yang umumnya berbentuk bulat, padat, kencang, tapi tidak terasa nyeri. Kondisi ini terjadi akibat cedera pada payudara. Umumnya kondisi ini tidak memerlukan penanganan khusus.

 

Kapan Perlu ke Dokter?

Kendati setiap benjolan tumor payudara nonkanker, namun Anda disarankan memeriksakan diri ke dokter. Anda mungkin tidak akan tahu apakah benjolan pada payudara Anda bersifat kanker atau tidak sebelum diperiksa atau diuji secara medis. Berikut ini gejala-gejala yang perlu diwaspadai terkait kanker payudara:

  • Terdapat benjolan atau penebalan pada payudara atau di dekat payudara seperti di ketiak yang tetap terasa setelah masa haid selesai. Benjolan tidak bisa bergeser ke kanan kiri ketika disentuh
  • Terdapat area yang jelas terasa atau terlihat berbeda pada salah satu atau kedua bagian payudara
  • Terjadi perubahan pada bentuk, ukuran, dan kontur payudara
  • Terjadi perubahan pada kulit payudara atau pada puting, seperti kemerahan, cekung, berkerut, tanda-tanda peradangan, atau bersisik
  • Keluar cairan bening atau berdarah dari payudara
  • Payudara atau ketiak terasa nyeri terus menerus.

 

Sebagai tindak lanjut pemeriksaan payudara secara mandiri, Anda bisa menggunakan mamogram yakni tes di rumah sakit untuk mendeteksi penyebab benjolan. Lebih lanjut, bisa juga dengan cara biopsi untuk mengetahui apakah benjolan pada payudara bersifat jinak atau merupakan kanker. Pada biopsi, sebagian atau seluruh bagian benjolan diangkat untuk lebih lanjut diperiksa. Penanganan kemudian disesuaikan dengan penyebab dan kondisi kesehatan pasien.

 

 

Tumor Payudara Nonkanker

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Benjolan Pada Payudara

Benjolan pada Payudara

Benjolan pada Payudara

Menemukan benjolan pada payudara bisa jadi mimpi buruk bagi semua orang khususnya perempuan. Tetapi sebelum cepat-cepat mengambil keputusan, Anda harus mengetahui bahwa tidak semua benjolan pada payudara merupakan tanda kanker payudara.

Beberapa benjolan pada payudara juga bisa berupa tumor jinak yang cenderung tidak berbahaya. Saat melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan menemukan benjolan, perhatikan beberapa ciri benjolan pada kelainan payudara:

 

  1. Kelainan fibrokistik

Kebanyakan benjolan pada payudara merupakan fibrosis atau kista yang merupakan perubahan abnormal pada jaringan payudara dan tidak bersifat ganas atau non kanker. Perubahan ini biasa disebut perubahan payudara fibrokistik.

Biasanya perubahan ini terdeteksi karena adanya benjolan pada payudara, rasa sakit, atau bahkan bengkak pada payudara. Keadaan dan gejala ini biasanya semakin memburuk seiring dengan dimulainya periode menstruasi perempuan.

Benjolan pada payudara yang terasa mungkin lebih dari satu dan terkadang dari puting akan keluar sedikit cairan berwarna keruh. Keadaan ini cenderung umum dialami oleh perempuan usia produktif dan dapat terjadi di salah satu payudara atau di kedua payudara.

 

  1. Fibrosis

Jaringan ini hampir mirip dengan jaringan luka. Jika diraba, fibrosis pada payudara akan terasa kenyal, padat, dan keras. Kelainan ini tidak akan menyebabkan atau berkembang menjadi kanker payudara.

Penelitian terkait meningkatnya risiko kanker payudara pada mereka yang menderita kelainan fibrokistik menghasilkan kesimpulan yang beragam. Ada yang mengatakan bahwa jika memiliki kelainan fibrokistik maka risiko kanker payudara di kemudian hari akan meningkat. Namun ada juga yang menyatakan bahwa memiliki kelainan fibrokistik tidak akan meningkatkan risiko kanker payudara.

 

  1. Kista

Kista merupakan kantung yang berisi cairan. Adanya kista biasanya baru terdeteksi ketika ukurannya sudah membesar atau disebut (kista makro) di mana ukurannya mencapai 2,5-5 cm. Pada tahap ini Anda sudah dapat merasakan adanya benjolan pada payudara. Kista cenderung membesar dan menjadi lunak ketika mendekati masa menstruasi.

Benjolan payudara kista ini biasanya berbentuk bulat atau lonjong dan mudah digerakkan atau berpindah-pindah ketika disentuh, seperti menyentuh kelereng. Tetapi benjolan kista dan benjolan solid lainnya susah untuk dibedakan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan data yang akurat apakah benjolan benar-benar kista. Sama seperti fibrosis, kista juga tidak meningkatkan risiko Anda terhadap kanker payudara.

 

  1. Fibroadenoma

Merupakan salah satu jenis tumor jinak yang paling sering dialami perempuan. Ciri-cirinya bisa digerakkan atau berpindah-pindah tempat. Jika ditekan, benjolannya akan terasa padat atau solid, berbentuk bulat atau oval, serta kenyal.

Biasanya benjolan pada payudara ini juga tidak menimbulkan rasa sakit ketika ditekan. Fibroadenoma biasa dialami oleh mereka yang berusia 20-30 tahun dan ras Afrika-Amerika cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami fibroadenoma di kemudian hari.

Selain itu, benjolan fibroadenoma biasanya juga cenderung memerlukan waktu lama untuk bertambah besar, tetapi bukan tidak mungkin ukurannya akan menjadi sangat besar (atau disebut dengan giant fibroadenoma).

Fibroadenoma tidak akan berkembang menjadi kanker, dan sama seperti fibrosis serta kista, penelitian terkait apakah fibroadenoma dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara di kemudian hari masih belum memberikan jawaban pasti.

 

  1. Intraductal papilloma

Merupakan suatu tumor jinak, non kanker, yang terbentuk pada kelenjar susu. Biasanya intraductal papilloma teraba berupa satu benjolan pada payudara cukup besar yang terletak dekat dengan puting, atau bisa juga berbentuk beberapa benjolan kecil yang terletak jauh dari puting.

Ukuran dari benjolan tumor ini berkisar antara 1-2 cm, bisa lebih besar atau bahkan lebih kecil tergantung dari dimana benjolan tersebut tumbuh.

Terbentuk dari kelenjar, sel fibrous, dan pembuluh darah, intraductal papilloma lebih sering terjadi pada mereka yang berusia 35 sampai 55 tahun.

Jika intraductal papilloma terdiri hanya dari satu benjolan saja dan berada dekat dengan puting, kondisi ini biasanya tidak diasosiasikan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Tetapi multiple papillomas alias tumor yang lebih dari satu dan tersebar di payudara jauh dari puting, dapat membuat risiko Anda untuk menderita kanker payudara di kemudian hari sedikit meningkat. Ini karena multiple papillomas sering dikaitkan dengan suatu keadaan pre-kanker yang disebut atypical hyperplasia.

 

Benjolan di Payudara, Berbahaya kah?

Lantas, bagaimana cara mengetahui apakah benjolan payudara tersebut kanker atau bukan? Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan, maka  dapat disimpulkan bahwa biasanya benjolan payudara yang jinak dan tidak berbahaya memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:

  1. Cenderung mudah digerakkan atau bergeser jika disentuh
  2. Memiliki batas yang jelas
  3. Berbentuk oval atau bulat (biasanya terasa seperti kelereng)
  4. Aktivitasnya cenderung mengikuti siklus menstruasi
  5. Bisa terasa sakit atau tidak sama sekali
  6. Pertumbuhannya lambat

 

Untuk diagnosis yang lebih jelas, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan lanjutan (seperti USG dan mammografi) mungkin dibutuhkan dan akan memberikan hasil yang lebih akurat terkait benjolan di payudara Anda.

 

Benjolan Pada Payudara

Posted in Uncategorized | Leave a comment