Kemoterapi dan Efeknya

Kemoterapi dan Efeknya

Pengobatan kanker dewasa ini hampir selalu melibatkan operasi, penyinaran atau kemoterapi. Tujuan kemoterapi pada penyembuhan kanker adalah menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel-sel onkogen (kanker) pada tubuh pasien. Prinsip kerja obat-obatan kemoterapi adalah menyerang fase tertentu atau seluruh fase pada pembelahan mitosis pada sel-sel yang bereplikasi atau berkembang dengan cepat, yang diharapkan adalah sel onkogen yang bereplikasi. Obat kemoterapi hampir tidak menimbulkan dampak pada sel yang sedang dalam masa beristirahat (tidak melakukan pembelahan), namun terkadang sel-sel rambut dan sel-sel yang sedang aktif membelah lainnya dapat terkena dampak obat ini apabila siklus mitosisnya berada dalam target obat-obatan kemoterapi yang sedang digunakan.

Sebanyak 80% pasien yang mendapatkan kemoterapi akan mengalami mual dan muntah. Selanjutnya, pasien juga mengalami penurunan jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Kerontokan rambut, termasuk bulu mata dan alis umumnya dimulai 2-3 minggu setelah pengobatan. Kemudian, rambut akan tumbuh kembali setelah 4-8 minggu setelah pengobatan. Kemoterapi juga seringkali dapat menimbulkan mukositis (perlukaan pada dinding saluran cerna / rongga mulut) dan ganggungan saraf tepi seperti kebas dan kesemutan di jari kaki dan tangan.

Kemoterapi seringkali dilakukan untuk 2 alasan utama yaitu mengendalikan atau melenyapkan tumor dan untuk meringankan gejala kanker seperti rasa sakit. Jenis kemoterapi ini disebut kemoterapi paliatif.

Tujuan lain dilakukannya kemoterapi adalah untuk mencegah kemunculan kembali sel-sel kanker setelah pembedahan atau terapi radiasi untuk mengontrol tumor.

Jenis kemoterapi ini disebut kemoterapi adjuvant. Cara kerja kemoterapi adalah dengan membidik dan melenyapkan sel kanker yang berkembang dengan sangat cepat di dalam tubuh.

Kemoterapi dan Efeknya

Kemoterapi dan Efeknya

Pengobatan kanker tergantung pada jenis atau tipe kanker yang diderita dan dari mana asal kanker tersebut. Umur, kondisi kesehatan umum pasien serta sistem pengobatan juga mempengaruhi proses pengobatan kanker. Pada kasus kanker, pengobatan utama adalah melalui:

a)       Pembedahan atau operasi.

b)       Kemoterapi atau dengan cara pemberian obat-obatan.

c)       Radioterapi atau penggunaan sinar radiasi.

Berikut efek dari kemoterapi :

  • Kemoterapi menjadikan selera makan Anda terganggu.

Misalnya, air putih dan daging akan terasa sangat tidak enak selama Anda menjalankam kemoterapi, untuk mengatasi hal ini, Anda dapat mengkonsumsi air yang memiliki rasa atau masukan irisan jeruk lemon didalamnya. Agar tidak kekurangan protein akibat ‘menghindari’ daging, dapat diganti dengan kacang-kacangan, telur, susu rendah lemak dan ikan.

  • Kemoterapi menyebabkan  sembelit.

Sebagian orang mengalami diare saat kemoterapi, sebagian lagi justru mengalami sembelit. Ya, mengkonsumsi cukup air dan serat sangatlah penting agar Anda terhindar dari sembelit. Olahraga ringan juga akan sangat membantu, misalnya, berjalan kaki selama 20 menit.

  • Menjaga berat badan.

Sebagian penderita kanker akan naik berat badannya selama perawatan. Disarankan untuk mengkonsumsi camilan yang rendah lemak, atau ganti dengan buah dan sayuran segar (contoh, salad).

 

  • Berat badan menurun.

Kebalikan dari diatas, sebagian penderita kanker akan kehilahangan nafsu makan. Anda dapat mencoba menkonsumsi camilan yang pedas, roti bakar dengan selai kacang, sup atau yoghurt.

  • Cegah diare.

Jika Anda terkena diare, maka hindari makan makanan berminyak, kafein, minuman beralkohol, minuman dengan gula tambahan, jus buah-buahan, salad sayuran hijau dan makanan mentah.

  • Catatan makanan dan gejala yang dirasakan.

Catatlah apa yang Anda makan dan minum, kemudian catat jika Anda merasakan dampak dari asupan tersebut. Hal ini dapat membantu Anda menghindari dari dampak yang sama dikemudian hari (contoh, mual, sembelit dan diare).

  • Mengurangi luka dimulut.

Agar luka mulut (atau biasa disebut dengan mukositis oral), Anda wajib menghindari makanan pedas, alkohol dan makanan yang masih panas. Perbanyak konsumsi air dan kumur dengan air garam sehabis makan.

  • Cegah dehidrasi.

Diare dan muntah dapat membuat Anda dehidrasi. Ciri-ciri dehidrasi diantaranya, mulut kering, mata cekung dan kering, urin sangat sedikit dan berwarna gelap.

  • Mengurangi rasa mual.

Anda dapat mencoba teh hangat dengan irisan jahe, makan makanan yang masih hangat atau, makanlah dalam porsi kecil beberapa kali sehari.

Kemoterapi dan Efeknya

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>